Zulhas Dikabarkan Jadi Mendag Dan Hadi Tjahjanto Menteri ATR/BPN, Pengamat: Ada Unsur Politis

Spread the love
Read Time:2 Minute, 9 Second

Kabarnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perombakan kabinet pada Rabu (15/6/2022) dan pelantikan dilakukan pada pukul 14.00 WIB.

Menurut sumber pemerintah, menteri baru memiliki dua nama: pemimpin Gerakan Rakyat Pakistan Zulkifli Hassan atau Zulhas dan mantan komandan militer Indonesia Hadi Tjanjanto. slot gampang dapat jackpot

Jabatan menteri Zulkipley disebut-sebut adalah Menteri Perdagangan, menggantikan Muhammad Rudfi.

Sementara itu, Hadi menggantikan Sufyan Jalil sebagai Menteri Pertanian dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan. Sumber mengatakan Park Hardy adalah menteri militer Turki.

Selain menteri, diketahui presiden juga akan mengangkat tiga wakil menteri (WAM).

Namun, belum diketahui siapa yang akan menjabat.

Lantas bagaimana tanggapan pengamat soal kabar Zulhas dan Hadi Jajanto dilantik sebagai menteri baru pemerintahan Jokowi-Maarouf Amin? berikut ulasannya

Selain unsur politik, reshuffle kabinet juga harus menjadi langkah peningkatan kinerja.

Hendry Satyro, pengamat politik dan pendiri Lembaga Penelitian KedaiKOPI, sedang mempertimbangkan untuk mengangkat Zulhas dan Hadi Tjahjanto sebagai menteri baru yang memiliki unsur politik.

Namun, menurut dia, penyesuaian tersebut harus meningkatkan kinerja dan memenuhi tugas Direktur.

Dalam panggilan telepon dengannya pada Rabu, 15 Juni 2022, dia mengatakan: “Yang terpenting amandemen ini harus menjadi langkah untuk meningkatkan kinerja dan memenuhi akuntabilitas seseorang atau tugas presiden.”

“Ya semoga (edit) benar,” tambah Hendry.

Hendry juga menyebut reshuffle kabinet Jokowi tampak mengejutkan.

Namun dia berharap reshuffle kabinet menjadi pilihan terbaik karena masih bisa dimaklumi.

Ada campuran kepentingan politik dan evaluasi kinerja menteri

Ujang Kumarudin, Direktur Eksekutif Indonesian Political Review (IPR), melihat kabar pengangkatan Zolas dan Hadi sebagai menteri baru sebagai campuran kepentingan politik dan evaluasi kinerja menteri.

Ojang mengatakan, pengangkatan Zulhas merupakan kombinasi kepentingan politik dan penilaian kinerja menteri, karena ia juga ketua Partai Nasional (PAN) yang juga merupakan sekutu Jokowi.

Evaluasi kinerja menteri tersebut karena kemungkinan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akan dianggap Jokowi tidak mampu menangani masalah minyak goreng.

Penilaian serupa terhadap Wu Zhang terlihat pada penunjukan Hardy yang dekat dengan Jokowi, namun dari sisi kinerja, kementerian ATR/BPN yang dipimpin Sufiyan Jalil tampaknya tidak mampu menyelesaikan masalah seperti pertanian.

Oh Jang menelepon pada hari Rabu dan berkata, “Jadi bagaimana peringkat kinerjanya? Misalnya, masalah minyak goreng yang menurut Lofi tidak mungkin, suka atau tidak, kinerjanya paling buruk dan perlu diganti” (15/15/Juni 2022) ).

Di sisi lain, Zhang Oh juga mengaitkan penunjukan Jokowi dengan faktor persahabatan di samping faktor politik.

Menurut dia, rekonsiliasi Hadi dan pengabdian Jokowi menjadi alasan mengangkat mantan Panglima TNI itu.

“Untuk menjaga hal-hal yang berkaitan dengan Pilpres, Pilkada, dan Pilkada (ketika Panglima TNI diangkat). Saat itu, saya dekat dengan Jokowi dari masa solonya. Jadi wajar saja jika Jokowi mengangkat Hardy sebagai Menteri. .”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Nilai Tukar Yen Terhadap Dolar Melemah, Kepala Federasi Eksekutif Jepang Prihatin
Next post Text To Speech, Aplikasi Ubah Tulisan Jadi Suara Dari Widya Wicara, Dukung Kegiatan Belajar Anak