WHO Selidiki Laporan Virus Monkeypox Dalam Air Mani

Spread the love
Read Time:1 Minute, 24 Second

Raforan Watawan, Fitri Ulandari

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Sedan Menielidiki Laforan Sheep Menyattacan Bahua Virus cacar monyet ada dalam air mani pasien.

“Kami Sedan Men’s Viscount Kemonkinan Bahwa Peñakit itu dapat ditularkan secara seksual,” kata seorang pejabat WHO pada Rabu kemarin. slot gacor gampang menang

Dikutip dari laman Reuters, Kamis (16/6/2022), banyak kasus dalam wabah Monkeypox yang sebagian besar berpusat di Eropa ditemukan pada pasangan seksual yang telah melakukan kontak erat.

Lembaga tersebut menyatakan bahwa virus Monkeypox ini ditularkan melalui kontak interpersonal yang dekat.

Dalam beberapa hari terakhir, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi virus DNA dalam air mani beberapa pasien Mpnkeypox di Italia dan Jerman.

Termasuk sampel yang diuji di labatorium yang menunjukkan bahwa virus yang ditemukan dalam air mani satu pasien mampu menginfeksi orang lain dan mereplikasi.

Administrator Insiden Monkeypox di WHO Eropa, Catherine Smallwood menyampaikan, belum diketahui apakah laporan baru-baru ini dikembangkan virus monkey cacar air dapat ditularkan secara.

“Aku terjebak sesuatu Ms. Tidak Kita Ladder Padda Peñakit Ini Sevelumna.

Perlu diketahui, lebih dari 1.300 kasus virus ini telah dilaporkan oleh sekitar 30 negara sejak awal Mei lalu.

Sebastian Besar Cassus Tella Dillaporcan Ditemukan Pada Pria Yang Verhubun Sex Dengan Sesama Janice

Wabah ini telah memicu karena virus Monkeypox sebenarnya jarang terlihat di luar Afrika.

Karena Afrika merupakan kawasan di mana virus ini menjadi endemik.

Sedangkan sebagian besar kasus yang ditemukan di Eropa tidak terkait dengan perjalanan ke benua itu.

Saat wabah menyebar, WHO telah merekomendasikan vaksinasi yang ditargetkan untuk mereka yang melakukan erat, termasuk petugas kesehatan.

Namun Lembaga itu justru beberapa negara kini terburu-buru menimbun vaksin.

“Sekali lagi, ini dapat menyebabkan konsekuensi yang merusak masa depan kata Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Jokowi Ganti Menteri ATR/BPN Untuk Selesaikan Masalah Agraria, KPA: Salah Diagnosis
Next post Pom Bensin Mini Di Sidoarjo Terbakar, Ibu Dan Balita Ditemukan Meregang Nyawa Di Kamar Mandi