WHO: G20 Punya Kemampuan Mendanai Perang Lawan Covid-19 Berikutnya

Spread the love
Read Time:1 Minute, 30 Second

JAKARTA, – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pandemi Covid-19 telah memetik banyak pelajaran yang sangat menyakitkan.

Menurut Tedros, dunia harus membangun arsitektur darurat kesehatan global yang lebih kuat, didanai dengan baik, dan terkoordinasi untuk mencegah penyakit lain seperti COVID-19. slot gacor maxwin malam ini

“Krisis kesehatan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya membutuhkan perubahan khusus dalam cara kita bekerja sama untuk menjaga orang tetap sehat dan aman,” kata Tedros, Selasa (28 Juni 2022), mengutip .id.

Untuk lebih siap menghadapi ancaman di sektor kesehatan, kata Tedros, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mencapai ketahanan global: pembiayaan berkelanjutan, aturan yang disepakati bersama, dan arsitektur kesehatan global dengan kesiapsiagaan, respons, dan ketahanan yang lebih kuat. Untuk menanggapi keadaan darurat kesehatan.

Dari sisi pendanaan, ia mengucapkan terima kasih kepada Presidensi G20 atas pendanaan berkelanjutan Indonesia untuk pencegahan COVID-19.

Ia mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia mendukung gagasan Indonesia untuk membentuk dana perantara keuangan untuk memberikan akses yang lebih teratur kepada negara terhadap dana yang dibutuhkannya.

Menurut Tedros, dana harus ditempatkan di Bank Dunia dengan Organisasi Kesehatan Dunia sebagai teknologi sentral yang berperan dalam memandu investasi.

Aturan Dasar Internasional

Tedros mengatakan pencegahan epidemi tidak hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang aturan dasar internasional yang perlu disepakati.

Tujuannya untuk mencegah terulangnya kembali kolaborasi yang tidak konsisten dan semrawut seperti yang terjadi dalam penanganan pandemi COVID-19.

Untuk menetapkan aturan dasar ini, menurut Tedros, pemerintah yang mewakili 194 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia telah memulai proses pembuatan perjanjian internasional yang menarik secara hukum.

Dia juga mengatakan bahwa perwakilan dari enam wilayah WHO telah membentuk badan perunding antar pemerintah untuk mengembangkan kesepakatan untuk dipertimbangkan di Majelis Kesehatan Dunia 2024.

Dia juga mengatakan partainya sedang mengembangkan proposal pembangunan global yang lebih adil, inklusif dan koheren untuk keadaan darurat kesehatan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Pimpinan Komisi IX Sebut Perlu Ada Riset Soal Ganja
Next post Emirsyah Satar Dalam Dua Pusaran Kasus Korupsi Garuda Indonesia