Wabah PMK, Dosen UMM Sarankan Hewan Ternak Divaksin Sebelum Idul Adha

Spread the love
Read Time:1 Minute, 50 Second

Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi akhir-akhir ini kembali merebak di Indonesia.

Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit akut dan sangat menular pada sapi, kerbau, babi, kambing, domba dan hewan berkuku lainnya. info slot gacor hari ini 

Penyakit ini menyebabkan munculnya lepuh dan borok pada selaput lendir mulut sehingga sapi tidak mau makan, akibatnya sapi kekurangan gizi dan terjadi penurunan bobot badan dan produksi susu.

Dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Selain itu, PMK menjelaskan, PMK dapat menyebabkan lecet dan pengikisan jaringan di antara kuku yang membuat ternak malas untuk berdiri. Selain itu, PMK juga dapat menyerang kelenjar susu.

Dijelaskannya, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya PMK ini dan merebaknya kembali di Indonesia.

Antara lain, lemahnya kontrol terhadap impor ternak dari negara-negara yang bukan tanpa PMK.

Selain itu, kondisi kandang yang tidak bersih, pemeliharaan yang kurang baik, dan kurangnya pengawasan terhadap pengangkutan ternak antar wilayah telah mempercepat penyebaran penyakit ini.

Padahal, sejak tahun 1990, Indonesia sudah bebas PMK. Penyakit ini muncul kembali pada tahun 2022.

PMK ini dapat menular ke hewan ternak lainnya melalui kontak langsung antar hewan melalui droplet, sekret air liur, sisa pakan dari ternak yang sakit bahkan melalui udara.

Sedangkan angkutan tidak langsung dapat melalui pakaian dan gerobak pekerja ternak serta peralatan kandang.

Hewan yang sakit adalah sumber penularan. Tapi sisi positifnya, virus ini tidak bisa menular ke manusia.”

Kemudian menjaga sanitasi di www. Selain itu, perlu menyemprotkan disinfektan ke dalam lumbung dan mengisolasi sapi yang sakit.

Begitu juga dengan vaksinasi, mengingat PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus.

Upaya vaksinasi yang komprehensif dan merata merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Dosis asal Subang, Jawa Barat ini berharap pemerintah Indonesia dapat segera memvaksinasi ternak yang sehat sebelum Idul Adha.

Begitu juga dengan upaya pencegahan perpindahan hewan hidup agar penyebaran virus dapat ditekan dan dikendalikan.

Ia juga mengimbau agar tempat penjualan kurban lebih rapi. Jarak antar ternak dapat dijaga untuk menekan laju penularan. Selain pengawasan ternak dalam aspek kesehatan.

Upaya ini harus diawasi oleh dinas peternakan setempat. Tidak hanya dilakukan seadanya, namun harus dilakukan secara serius agar penyakit ini bisa dibawa pulang dari Indonesia. Kami berharap vaksinasi Idul Adha selesai sehingga kurban dalam keadaan sehat sebelum Idul Adha.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Perjalanan Esports Tuai Emas SEA Games 2021
Next post Spesifikasi Helikopter Augusta Westland 101, Intip Kecanggihannya!