Ukraina Akui Rusia Kuasai Sebagian Besar Kota Sievierodonetsk

Spread the love
Read Time:1 Minute, 52 Second

KYIV, – Ukraina mengatakan pada Selasa (31/5/2022) bahwa Rusia telah menguasai sebagian besar Sievierodonetsk, kota industri di Ukraina timur.

Serangan habis-habisan Rusia di Kota Sievierodonetsk, Provinsi Luhansk, telah menghadapi perlawanan keras dari pasukan Ukraina, sebagaimana dilansir Reuters. link slot gacor hari ini pragmatic play

Kelompok separatis yang didukung Rusia di Luhansk mengakui bahwa merebut kota itu memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Setelah gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kyiv, kemenangan Rusia di Sievierodonetsk dan penyeberangan Sungai Siverskyi Donets di Lysychansk akan membuat Moskwa memiliki kendali penuh atas Luhansk.

Analis militer Barat mengatakan, Moskwa telah menguras tenaga dan senjatanyai dari bagian lain di front timur untuk berkonsentrasi di Sievierodonetsk.

Gubernur Provins Luhansk Serhiy Gaidai menuturkan, hampir semua infrastruktur penting di Sievierodonetsk telah hancur dan 60 persen properti permukiman rusak tidak dapat diperbaiki.

Dia menambahkan, gempuran yang dilancarkan Rusia telah membuat pengiriman bantuan atau evakuasi orang menjadi tidak mungkin.

“Kami dapat mengatakan bahwa sepertiga dari Sievierodonetsk sudah berada di bawah kendali kami,” lapor kantor berita Rusia TASS mengutip Leonid Pasechnik, pemimpin Republik Rakyat Luhansk yang pro-Moskwa.

Gaidai memperingatkan penduduk Sievierodonetsk untuk tidak meninggalkan tempat perlindungan bom karena apa yang dia katakan adalah serangan udara Rusia terhadap tangki asam nitrat.

Sedangkan Kepolisian Republik Rakyat Luhansk berujar, pasukan Ukraina-lah yang telah merusaknya.

Ukraina dan pasukan separatis yang didukung Rusia saling tuding atas insiden serupa pada April.

Institute for the Study of War yang berbasis di Washington menulis, Presiden Rusia Vladimir Putin menumpahkan manusia dan amunisi ke Sievierodonetsk.

Sementara itu, ribuan penduduk Sievierodonetsk masih terjebak di kota tersebut.

Jan Egeland, sekretaris jenderal badan bantuan Dewan Pengungsi Norwegia yang telah lama beroperasi di luar Sievierodonetsk, merasa ngeri dengan kehancurannya.

Sekitar 12.000 warga sipil terjebak dalam baku tembak, tanpa akses yang cukup ke air, makanan, obat-obatan, atau listrik, kata Egeland.

Di sisi lain, muncul sejumlah laporan tentang pergeseran besar di tempat lain di medan perang.

Di selatan, Ukraina mengeklaim telah memukul mundur pasukan Rusia ke perbatasan Provinsi Kherson yang dikuasai Rusia.

Moskwa mengambil alih Kherson pada Maret. Warga di sana telah melakukan serangkaian aksi protes terhadap pendudukan Rusia.

Akses seluler dan internet di Kherson diblokir pada Selasa, kata pejabat Ukraina, menyalahkan Rusia karena memutuskan kabel.

Tidak ada komentar langsung dari Rusia tentang peristiwa di Kherson.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Mitsubishi Fuso Bilang Kelangkaan Cip Bisa Jadi Hambatan
Next post Cek Tarif Parkir Inap Bandara Kualanamu 2022 Untuk Mobil Dan Motor