Tingkatkan Permodalan, BPR Didorong Untuk Melantai Di Bursa

Spread the love
Read Time:2 Minute, 5 Second

Raforan Wartawan, Seno Tri Sulistillono

JAKARTA – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) saat ini masih mengalami masalah dalam permodalan, terlebih setelah ada kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum BPR sesuai POJK No 5/POJK.03/20

Untuk itu, terdapat potensi dan peluang BPR mendapatkan pendanaan dari pasar modal melalui skema go public, di mana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siap mendukung upaya amandemen UU No 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. situs slot resmi 2022

Menurutnya, BPR selama ini dipandang sebelah mata, padahal fungsi dan peran BPR tidak berbeda jauh dengan bank umum, yakni sama-sama menjalankan fungsi intermediasi.

Kami di Panja DPR siap mendukung dan mensupport penuh langkah-langkah ke arah itu, termasuk proposal amandemen UU Perbankan, UU BI, UU OJK, dan UU LPS, Seminar Musthofa Dalam Potensi dan Peluang BPR Go digital yang ditulis Sabtu (2022-06-18).

Sebagai upaya tindak-lanjut dari wacana BPR go public, risiko juga akan membawanya ke Panja DPR.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto menyebut, go public atau initial public offering (IPO) menjadi dambaan bagi industri BPR, salah satunya sebagai upaya dalam meningkatkan permodalan.

Ada beberapa keuntungan jika BPR go public, antara lain mendapatkan insentif pajak, meningkatkan nilai perusahaan, meningkatkan kesadaran pasar, menumbuhkan loyalitas karyawan, akses pada pendanan baru, dan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Selain keuntungan, kata Joko, sejumlah tantangan yang harus diperhatikan BPR ketika akan go public, yaitu delusi dan kontrol atas kepemilikan, transparansi dan pelaporan harus dilakukan secara profesional, regkai uhal, denny nya regkai uh, den nya pa

“Itu tantangan. Regulasi dan penggunaannya, tambah lagi apa bila sekarang sudah jelimet nanti akan semakin jelimet lagi ketika kita IPO,” jelasnya.

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono mengungkapkan, BPR atau BPRS memiliki berbagai peluang yang bisa dieksplorasi.

Antara lain, pertumbuhan permintaan atas BPR atau BPRS yang mampu menyediakan produk dan layanan perbankan berbasis digital yang inovatif dan variatif, murah, aman, serta mudah unakses di mana saja dan kapan saja bisa menjadi digitala men.

menekan BPR atau BPRS untuk go public yang akan berdampak positif pada penguatan permodalan, peningkatan efisiensi dan profitabilitas, serta memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik.

“Kami tentu memotivasi BPR atau BPRS untuk terus percaya dan bertransformasi agar dapat tumbuh secara berkelanjutan serta selalu menjaga kinerja keuanganny perbankRS untuk terus ukRS ma terman B. “mereka.

The modal inti minimum BPR ditetapkan sebesar Rp6 miliar yang wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2024, tetapi hingga saat ini masih banyak BPR yang memiliki modal inti di bawah Rp6 miliar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Dilaporkan Suami Ke Polisi, Oknum Guru Di Lampung Timur Dan Selingkuhannya Jadi Tersangka
Next post Kembali Digelar Setelah Dua Tahun, Intip Sejarah Dan Fakta Unik Jakarta Fair!