Rusia Tak Bisa Jamin Tentara AS Di Ukraina Bakal Lolos Dari Hukuman Mati

Spread the love
Read Time:2 Minute, 35 Second

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak dapat menjamin bahwa tentara AS yang ditempatkan di Ukraina akan dihukum.

Ia mengatakan dalam wawancara dengan saluran televisi NBC yang tayang pada Senin (20 Juni 2022):

Peskov menjawab, “Saya tidak bisa menjamin apa-apa. Itu tergantung pada penyelidikan.” Apakah tentara Amerika yang ditangkap di Ukraina tidak akan dihukum mati. slot gacor deposit murah

Seorang juru bicara Kremlin diinterogasi setelah dijatuhi hukuman Maroko Ibrahim Saadoun, yang berjuang di sisi Ukraina dengan dua warga Inggris, Aiden Aslin dan Sean Benner.

Sebuah pengadilan di Republik Rakyat Donetsk menjatuhkan hukuman mati kepada tiga orang.

The Daily Telegraph melaporkan pekan lalu bahwa mantan tentara AS Alexander Drewic dan Andy Huynh ditangkap di dekat Kharkov.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada 16 Juni bahwa pihaknya siap untuk bernegosiasi dengan Rusia mengenai dua tahanan Amerika.

Keduanya diketahui telah berpartisipasi dalam perang Ukraina.

Sejak itu, pemerintah AS telah menyarankan warganya untuk tidak pergi ke Ukraina.

Alexander Drewic dan Andy Huynh dilaporkan hilang oleh keluarga mereka minggu lalu, menurut sebuah laporan oleh American Veterans.

Dan dalam sebuah video yang disiarkan di televisi pemerintah Rusia, keduanya terlihat ditahan.

Menurut media Rusia RT, Drake dan Huynh tiba di desa yang terpisah dari batalion tentara Ukraina di dekat Kharkiv, ditemukan oleh patroli Rusia dan menyerah.

Druk, yang bertugas di Angkatan Darat AS dan Huynh, yang bertugas di Marinir, sekarang ditahan oleh separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbass di Ukraina timur.

Drwick berkata di salah satu video: “Bu, saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa saya masih hidup dan ingin pulang secepat mungkin.”

Departemen Luar Negeri AS belum secara terbuka mengkonfirmasi penangkapan kedua pria itu, tetapi sedang menyelidiki kasus kedua pria itu.

Ibu Alexander Drueke, Lois Drueke, mengatakan menonton video putranya memberinya harapan.

Ukraina dalam masalah di timur

Pihak Ukraina mengakui kesulitan dalam memerangi Rusia di Timur.

Sejauh ini, pasukan Rusia telah menduduki wilayah di sepanjang garis depan sungai dan memperluas serangan mereka ke dua kota besar di Ukraina timur.

Lonjakan serangan menjelang KTT Uni Eropa (UE) datang dengan agenda menanggapi permintaan Kyiv untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE).

Gubernur Luhansk, rumah bagi serangan paling mematikan di Rusia dalam beberapa pekan terakhir, mengatakan Senin (20 Juni 2022) bahwa situasinya “sangat sulit” di semua lini.

Dia mengatakan tentara Rusia telah mengumpulkan cukup cadangan untuk melancarkan serangan skala besar.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperkirakan bahwa Moskow akan meningkatkan serangannya menjelang KTT Uni Eropa pada Kamis dan Jumat.

Dalam pidatonya pada Senin malam, ia membahas pertempuran sengit di Luhansk di kota Sebedonetsk dan di kota kembar Lichansk.

“Kami membela Lysechansk, Severodonetsk, seluruh wilayah ini adalah yang paling sulit. Kami melakukan pertempuran terberat di sana. Tapi ada pria dan wanita yang kuat di sana,” katanya.

Kantor Berita Pusat AS mengutip Zelensky yang mengatakan bahwa “para penyerang menerima tanggapan atas tindakan mereka terhadap kami.”

Gubernur Luhansk Serhi Gaidai mengatakan kepada TV pemerintah bahwa pasukan Rusia telah merebut sebagian besar wilayah Sevedonetsk.

Namun demikian, pabrik kimia Azote, tempat ratusan warga sipil melarikan diri dari serangan itu, masih berada di bawah kendali Ukraina.

Kemudian jalan yang menghubungkan Severodonetsk dan Lysichansk ke kota Bakhmut terus-menerus diserang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Viktor Axelsen, Monster Mengerikan Yang Belum Ada Obatnya Di Sektor Tunggal Putra
Next post Update Ranking BWF Pasca Indonesia Open 2022: Fajar/Rian Mlorot, Pramudya/Yeremia Naik Dua Tingkat