Polisi Tangkap Pasutri Yang Jual Miras Oplosan Hingga Akibatkan 3 Warga Sleman Tewas Dan 1 Kritis 

Spread the love
Read Time:1 Minute, 48 Second

Suleiman – Tiga orang tewas usai minum alkohol di kawasan Suleiman Baba.

Satu orang lagi dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, korban sedang mabuk-mabukan di kawasan Suleiman Baba. situs slot mudah dimenangkan

Mereka mengkonsumsi miras ilegal di gudang rusuk di desa Karungan, Kalorahan Jogotierto, Probh, Sulaiman.

Sejauh ini, masalah ini terus ditangani oleh Satreskrrim Polres Sleman. Karena bisa saja ada lebih banyak korban.

AKP Ronnie Prasadana, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Sulaiman, mengatakan bencana bermula ketika tiga korban berinisial AA (42), seorang warga Prambanan, STR (42), dan TRY (keduanya warga Barba) meminum moka. Minuman pada pagi hari Rabu (18 Mei 2022) pukul 4 pagi (WIST).

Minuman dibeli secara cash on delivery (COD).

Satu orang meninggal tak lama setelah minum alkohol.

Satu dalam kondisi kritis dan satu lagi dibawa ke RS Prambanan.

“Akhirnya tiga orang meninggal dunia,” ujarnya, Kamis (19/5/2022) bersama AKP Eddy Widarianta, Kabag Humas Polres Suleiman.

Dengan kejadian ini sebagai peluang, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sisa-sisa miras yang berisi air minum kemasan.

Polisi juga memeriksa beberapa saksi dan memeriksa korban di rumah sakit.

Menurut informasi yang diperoleh, para korban merasa mual dan pusing sebelum meninggal.

Sejauh ini, tiga orang telah meninggal karena minum alkohol.

Namun, Rooney mengatakan, “Penyelidikan masih berlangsung.”

Ada informasi bahwa dua orang di kawasan Prambanan juga meminum minuman serupa, yang membingungkan satu orang.

‘Pasti tiga yang asli.’ Masih dua orang (di Prambanan) untuk menanyakan apa yang telah saya konsumsi minuman kata kerja la la saya sudah mengkonsumsi minuman untuk inkuisisi no

Penjual

Polisi membunuh penjual minuman keras.

Dua tersangka ditemukan: APS (43) dan FAS (50).

Keduanya adalah minuman keras yang legal.

Saat penggeledahan, pelaku membawa beberapa minuman campuran.

ciu li moka.

Kasusnya adalah Anda adalah moka yang uah tiga korban.

Dakwaan Pasal 204 (2) KUHP Pasal 146 (1) No B UU 18 /

The “ancaman penjara seumur hidup 20 penjara baik.”

Pelaku ditawari beberapa minuman hijau (semangka, alkohol dan air) dan minuman hitam (moka, alkohol dan air) yang mengakibatkan kematian korban.

Alkohol adalah hasil dari memanipulasi tangan pelaku.

Rony mengatakan pihaknya mengirim sampel minuman ke laboratorium untuk memeriksa kandungan minuman berbahaya tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Bikin Terharu! Dari Desa Ke 4 Negara Asia, Ini Kisah Ibu Pengrajin Yang Berhasil Tembus Pasar Ekspor
Next post Garuda Indonesia Sambut Baik Aturan Baru Perjalanan Penumpang Pesawat Domestik