Perusahaan Teknologi Lakukan Perlawanan Terhadap Praktik Deepfake

Spread the love
Read Time:1 Minute, 30 Second

Laporan Wartawan , Mikael Dafit Adi Prasetyo

BRUSSELS – Google, Facebook, Twitter, dan jumlah perusahaan teknologi lainnya akan mengambil tindakan untuk melawan praktik-praktik “deepfake” dan akun palsu di platform mereka.

Tindakan melawan “deep” dan akun palsu ini juga untuk menghindari denda besar di bawah kode praktik Uni Eropa yang palsu. slot deposit pulsa 10rb tanpa potongan

Dilansir dari Reuters, Selasa (14/6/2022) Komisi Eropa akan menerbitkan kode praktik terbaru tentang disinformasi sebagai bagian dari tindakan kerasnya terhadap berita palsu.

Diperkenalkan pada tahun 2018, “kode sukarela” saat ini akan menjadi skema pengaturan bersama, dengan tanggung jawab dibagi antara regulator dan penandatangan kode.

Kode yang merinci contoh perilaku manipulatif seperti “deepfake” dan akun palsu yang harus ditangani.

“Penandatangan terkait akan mengadopsi, memperkuat, dan menerapkan kebijakan yang menjelaskan mengenai perilaku dan praktik manipulatif yang tidak diizinkan pada layanan mereka, bukti terbaru tenttanekan

Deepfake merupakan pemalsuan hiperrealistik yang dibuat oleh teknik komputer yang telah memicu alarm di seluruh dunia khususnya ketika digunakan dalam konteks politik.

Kode tersebut juga akan diperkenalkan dengan aura baru Uni Eropa yang dikenal sebagai Digital Services Act (DSA) dan disetujui oleh 27 negara Uni Eropa pada awal tahun ini untuk memerangi disinformasi.

Akibatnya, perusahaan yang gagal memenuhi kewajiban di bawah kode tersebut akan mendapat denda sebesar 6 persen dari omset global mereka berdasarkan aturan DSA.

Penandatangan juga harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi iklan yang tidak jelas dan memberikan transparansi yang lebih besar pada iklan politik.

“DSA memberikan tulang punggung hukum untuk Kode Praktik terhadap disinformasi termasuk untuk mencegah sanksi berat,” kata Thierry Breton, kepala industri Uni Eropa,

Sementara itu, Wakil Presiden Komisi Eropa Vera Jourova mengatakan, invasi Rusia ke Ukraina yang disebut sebelumnya sebagai operasi khusus, mendukung beberapa perubahan dalam kode tersebut.

“Setelah Kode itu beroperasi, kami akan lebih sip untuk mengatasi disinformasi, yang juga datang dari Rusia, pungkas Vera Jourova.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Kasus Pencurian Aglaonema, DPP ASA: Tak Ada Ampun Bagi Pencuri Dan Penadah
Next post KRONOLOGI Iko Uwais Diduga Lakukan Penganiayaan, Awalnya Tagih Bayaran Lalu Berujung Kekerasan