Pertamax Dijual Murah Bebani APBN, Mending Dilepas Ke Harga Pasar

Spread the love
Read Time:54 Second

Laporan Wartawan , Yanuar Riezqi Yovanda

JAKARTA – Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, setiap PT Pertamina akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), harus mendapat izin dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dia menilai, harga Pertamax dengan research octane number (RON) 92 selama ini masih dijual murah, sehingga membebani anggaran negara melalui alokasi kompensasi. slot gacor bet kecil

“Termasuk penetapan harga Pertamax Rp 12.500 per liter atas persetujuan pemerintah. Harusnya dilepas saja sesuai mekanisme pasar seperti yang dilakukan Shell,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada , ditulis Minggu (12/6/2022).

Dia menjelaskan, harga Pertamax sekarang Rp 12.500 per liter memang tidak disubsidi, tapi pemerintah mengeluarkan kompensasi lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

“Bebankan APBN juga. Kalau ingin pangkas beban tadi, harga Pertamax ke atas serahkan ke pasar,” kata Fahmy.

Di sisi lain, dia menilai kenaikan harga Pertamax dengan sesuai mekanisme pasar, tidak akan menyebabkan inflasi naik signifikan.

“Meski harga tinggi, kontribusi ke inflasi kecil. Pengguna Pertamax 12 persen, sehingga kenaikan harga tidak berkontribusi signifikan ke inflasi,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Ahmad Dhani Idolakan Band Queen Sejak Kecil, Bohemian Rhapsody Menjadi Lagu Favoritnya
Next post Apa Itu Ramsay Hunt Syndrome? Ini Penyebab, Gejala, Faktor Risiko Dan Langkah Pencegahannya