Perlunya Menciptakan Personal Branding Agar Karier Cemerlang

Spread the love
Read Time:3 Minute, 6 Second

Mencari jati diri kita itu adalah hal yang paling penting untuk kita miliki” –Aiman Witjaksono

Ketika menggeluti dunia bisnis dan karier, seseorang harus memiliki personal branding. Ini dilakukan untuk membentuk citra diri saat ingin dilihat oleh orang lain.

Personal branding ini meliputi kualitas, pengalaman, dan jati diri apa yang ingin ditonjolkan diri. slot deposit via pulsa tanpa potongan

Dengan demikian, seseorang akan lebih mudah dikenal dan dipercaya oleh orang lain secara lebih luas serta profesional. Hal ini kemudian dapat berimbas pada berkembangnya bisnis dan karier ke arah yang lebih positif.

Lantas, bagaimana caranya untuk dapat membentuk personal branding yang baik?

Menurut Aiman Witjaksono, seorang Jurnalis Senior dan Presenter Berita di TV, dalam siniar (podcast) miliknya bertajuk “Bagaimana Aku Ingin Dilihat?”, personal branding yang baik adalah berangkat dari jati diri alami.

“Personal branding yang terbaik adalah (berangkat dari konsep) ‘alamiah itu cantik’. Kalau kita bilang, ya, ini klise, (tetapi lebih baik) lu jadi diri lu sendiri, deh. Gak harus dibuat-buat”, ucap Aiman.

Jati Diri Seharusnya Berjalan Lurus dengan Personal Branding

Bicara lebih lanjut tentang pandangan Aiman mengenai personal branding tadi, ternyata hal ini diperkuat oleh Anne-Kathryn Flanagan, seorang manajer komunikasi korporat, dalam artikel di Colonial Life. Menurutnya, personal branding merupakan sebuah jenama atas diri seseorang.

Apabila jenama tersebut dibuat-buat, bahkan dibentuk menjadi suatu versi palsu, maka itu akan berbahaya kepada karier seseorang kedepannya.

Namun, jika yang terjadi justru sebaliknya, Flanagan mengatakan bahwa, “Anda akan terlihat lebih menonjol ketika berada di suatu acara yang ramai, saat ingin melamar pekerjaan, atau di media sosial seperti LinkedIn”.

Terlebih, kita tak perlu repot-repot menciptakan suatu identitas baru untuk membangunnya. Kita dapat fokus dalam mengembangkan diri, memoles citra, serta memperkuat jaringan.

Akan tetapi, nyatanya yang sering kali menjadi masalah dalam membentuk personal branding ini adalah minimnya pengetahuan atas jati diri itu sendiri. Hal ini disebabkan kurangnya informasi atas bakat, minat, kelebihan-kekurangan, nilai, serta tujuan atas diri sendiri.

Dengan demikian, langkah pertama yang benar-benar harus dilakukan dalam personal branding adalah memahami dan mengidentifikasi benar-benar jati diri kita sebenarnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan penilaian atas diri sendiri, dimulai dari mengevaluasi apa pengalaman yang sudah kita lewati, bidang akademik apa yang sudah digeluti, dan minat atau tujuan apa yang ingin kita capai.

Agar tidak lupa dan dapat dipahami secara runtut, cobalah untuk menuliskannya. Lakukan dengan spesifik dan ideal, tetapi tetap realistis dan terukur.

Setelah itu, coba untuk menilai diri sendiri apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan atas diri. Jika kesulitan untuk menilai, coba tanyakan kepada orang-orang terdekat.

Komunikasi Juga Menjadi Kunci Personal Branding

Variabel selanjutnya dalam membentuk personal branding adalah komunikasi.

Komunikasi ini terjadi ketika kita berusaha membangun hubungan dengan orang lain, tak terkecuali para profesional.

Dilansir dari , salah satu cara berkomunikasi dalam personal branding adalah menyampaikan cerita. Cerita ini dapat disusun melalui bukti-bukti pencapaian terkini di bidang yang relevan.

Setelah itu, masih dalam sumber yang sama, ada tiga tahap yang bisa dilakukan. Pertama, mempromosikan tujuan. Siapa diri kita dan tujuan apa yang ingin dicapai. Dari situ, orang lain bisa menilai seberapa besar usaha kita untuk mencapainya.

Kemudian, membangun relasi. Hal ini merupakan salah satu kunci penting dari suksesnya personal branding.

Terakhir, mampu memengaruhi orang lain. Alih-alih hanya memperkenalkan dan mempromosikan diri, kita juga harus bisa meyakinkan orang lain lewat personal branding yang kita miliki.

Jika hal itu sudah terpenuhi, tak jarang kita akan mudah direkomendasikan ke jenjang karier yang lebih baik.

Nilai komunikasi ini juga sangat dipegang erat oleh Aiman Witjaksono. Hal ini disampaikan dalam episode siniar miliknya yang bertajuk “Bagaimana Aku Ingin Dilihat?”.

Dengarkan lebih lengkapnya melalui siniar Aiman Witjaksono yang kini mengudara di Spotify. Dalam siniar tersebut, Aiman akan menceritakan seluk beluk kehidupan personalnya hingga apa saja yang melatarbelakanginya sebagai jurnalis.

Segera dengarkan agar tidak ketinggalan episode-episode terbaru!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Final Liga Champions Liverpool Vs Madrid, Courtois Siap Mainkan Peran Ganda
Next post Geber All New HR-V RS Di Sirkuit Mandalika, Rasakan Mesin 15-liter Turbo