Penembakan Di SD Texas Tewaskan 19 Anak, Polisi Disebut Telat Bertindak

Spread the love
Read Time:1 Minute, 32 Second

UVALDE, – Polisi Texas, Amerika Serikat (AS), disebut telat bertindak saat terjadi penembakan di SD Robb yang menewaskan 19 anak pada Selasa (24/5/2022).

Anak-anak yang panik sempat menelepon 911 setidaknya lebih dari enam kali di ruang kelas lokasi penembakan sedang berlangsung. slot gacor

Mereka memohon polisi segera bertindak ketika sekitar 20 petugas menunggu di lorong hampir satu jam sebelum masuk dan membunuh pelaku seorang pria bersenjata, kata pihak berwenang pada Jumat (27/5/2022).

Setidaknya dua anak melakukan beberapa panggilan darurat dari sepasang ruang kelas empat yang bersebelahan, setelah pelaku yaitu Salvador Ramos (18) masuk dengan senapan semi-otomatis AR-15, menurut Kolonel Steven McCraw, direktur Departemen Keamanan Publik Texas dikutip dari Reuters.

Ramos, yang mendatangi Robb Elementary School dari rumahnya setelah menembak dan melukai neneknya di sana, membunuh 19 anak dan dua guru dalam penembakan sekolah paling mematikan di AS dalam hampir 10 tahun.

Beberapa dari sebagian besar murid berusia 9 dan 10 tahun yang terjebak dengan pria bersenjata itu selamat dari pembantaian, termasuk setidaknya dua murid yang menelepon 911, kata McCraw. Dia tidak memberikan angka pastinya.

Setidaknya ada delapan panggilan dari ruang kelas ke 911 antara pukul 12.03, setengah jam setelah Ramos kali pertama memasuki gedung, dan 12.50 ketika agen Patroli Perbatasan dan polisi menyerbu masuk lalu menembak mati Ramos.

Tidak diketahui apakah polisi di tempat kejadian mengetahui panggilan itu saat mereka menunggu, kata McCraw.

Seorang gadis yang tidak disebut identitasnya oleh McCraw menelepon pada 12.16 dan mengatakan kepada polisi, masih ada delapan sampai sembilan murid yang hidup. Sebanyak tiga tembakan terdengar selama panggilan yang dilakukan pada pukul 12.21.

Protokol penegakan hukum standar meminta polisi menghadapi penembak aktif di sekolah tanpa penundaan, daripada menunggu cadangan atau lebih banyak senjata.

Pintu yang memberi Ramos akses ke gedung itu tidak dikunci oleh seorang guru, kata McCraw, yang melanggar kebijakan keamanan distrik sekolah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Atap Tribun Formula E Ambruk Terkena Badai
Next post Pengerjaan KRL Solobalapan-Palur Capai 84 Persen, Ditarget Beroperasi Juli 2022