Partai Demokrat-Nasdem-PKS Dinilai Berpeluang Bentuk Poros Ketiga, PKB Cenderung Ke KIB

Spread the love
Read Time:2 Minute, 13 Second

JAKARTA, – Partai-partai politik dinilai memungkinkan membentuk tiga poros pertemuan untuk mengusung calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden 2024.

Hal tersebut oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. Dedi menilai ada tiga poros mencari dalam Pemilu 2024 mendataang dengan peta bersyukur-Gerindra, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yaitu Golkar-PAN-PP, dan Demokrat-Nasdem-PKS. judi slot online pragmatic play

“Jika ini terjadi, maka PKB menjadi penyeimbang dan kemungkinan besar akan masuk dalam KIB,” kata Dedi saat dihubungi , Minggu (5/6/2022).

Dedi mengatakan, PKB kemungkinan besar akan bergabung dengan KIB di mana Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai penentu sikap partai.

Menurut Dedi, PKB memang cenderung lebih dekat untuk bergabung dengan KIB karena kemungkinan melihat PDI-P Gerindra tidak dapat dimasukinya.

Karena jika PDI-P mengalami kesulitan, mengingat di PDI-P-Gerindra, sudah memiliki tokoh potensial sekaligus PDI-P memiliki kedekatan dengan PB yang selama ini berkonflik secara elit dengan Muhaiminara ” jelasnya.

Untuk itu, Dedi melihat kans PKB cenderung ke KIB. Namun, masuknya PKB ke KIB akan menjadi persaingan berat bagi PKB yang mengusung Muhaimin.

Selain itu, faktor ‘berebut suara’ dengan PPP juga membuat PKB harus sedikit beradaptasi jika kelak masuk KIB.

kekuatan poros ketiga…

Sementara itu, Dedi berpandangan bahwa poros ketiga akan dialami oleh Partai Demokrat-Nasdem-PKS.

Koalisi ini, kata dia, dimungkinkan jika ketiga partai itu juga sudah ada tokoh yang punya kedekatan karakter.

Hanya saja, terkait siapa kandidat yang akan diusung, Dedi melihat poros ini tidak mencalonkan masing-masing kader partainya.

“Karena Nasdem sendiri tidak memiliki tokoh yang potensial, maka PKS juga tidak memiliki tokoh potensial,” tutur dia.

Dedi menilai, hanya satu orang tokoh yaitu dari Demokrat, Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mungkin dari penilaian internal.

“Itu pun (AHY) hanya sebatas sebagai cawapres. Maka, tokoh-tokoh seperti Anies Baswedan, atau mungkin tokoh-tokoh populer lainnya termasuk Ganjar Pranowo itu punya peluang di poros ketiga ini, ” ” jelas Dedi.

Akan tetapi, poros ketiga yang mengusung tokoh luar juga tidak akan terjadi. Hal ini mengingat KIB juga belum menyatakan sikap akan mendukung calon dari internal atau eksternal.

Menurut Dedi, peluang tokoh-tokoh tersebut diusung poros ketiga jika KIB memang dibentuk untuk mengusung kader-kadernya sendiri.

“Tetapi jika KIB ternyata dibentuk sebagai upaya untuk mendorong Ganjar, karena ada peluang. Maka dari itu,” tutup Dedi.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa KIB mendorong terbentuknya tiga poros pandangan pada Pilpres 2024.

Poros-poros itu diharapkan mengusung masing-masing pasangan capres-cawapres. Adapun KIB kini masih dimiliki oleh Golkar-PAN-PPP.

Zulkifli atau akrab disapa Zulhas itu mengatakan, harapan terbentuknya tiga poros berkaca dari pengalaman pilpres tahun-tahun sebelumnya yang salah satunya menyebabkan polarisasi di masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post French Open 2022, Rekor Yang Bisa Ditorehkan Rafael Nadal Di Roland Garros
Next post Akhir Cerita Cinta Shakira Dan Gerard Pique, Isu Perselingkuhan Muncul