Nasib 7000 Pekerja Non ASN Di Semarang Di Ujung Tanduk, DPRD Buka Suara

Spread the love
Read Time:50 Second

SEMARANG, – Sekitar 7.000 pegawai non ASN yang terikat kontrak dengan Pemerintah Kota Semarang nasibnya berada di ujung tanduk.

Hal itu menyusul adanya rencana penghapusan non ASN pada 2023 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Djauhar Awaluddin mengatakan, Pemkot Semarang harus membuat solusi soal nasib pekerja non ASN. situs slot terbaru dan terpercaya

“Ada sekitar 7.000 non ASN yang masih terikat kontrak dengan Pemkot Semarang,” jelasnya saat dihubungi , Senin (6/6/2022).

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat pekerja non ASN di lingkungan Pemerintahan Kota Semarang resah karena nasibnya belum ada kejelasan.

“Pekerja non ASN pada resah sekarang,” ujarnya.

Meski demikian, dia meyakini jika Pemkot Semarang sudah membuat solusi terkait permasalahan pegawai non ASN di lingkungan pemerintah.

“Pemkot Semarang pasti sudah memikirkan persoalan ini,” kata Djauhar.

Informasi yang telah dia dapatkan, nasib pegawai non ASN di Kota Semarang sudah dibahas melalui beberapa opsi yang akan ditentukan.

“Pemerintah daerah hanya bisa mengajukan kebutuhan,” ucapnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Antisipasi Tiket Ludes, Panitia Indonesia Masters 2022 Siapkan Layar Raksasa
Next post PPP Sebut Kehadiran Projo Di Silatnas KIB Hanya Seremonial Belaka