MUI Sebut Kelompok Khilafatul Muslimin Virus Berbahaya Dan Rugikan Umat Islam

Spread the love
Read Time:2 Minute, 0 Second

Reporter Abdi Randa Shakti melaporkan.

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia menggambarkan Khilafah Islamiyah sebagai virus yang merugikan umat Islam.

Demikian disampaikan Ilyas Marwal, Presiden Dakwah MUI DKI Jakarta, dalam rapat yang digelar di Mapolres Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2020). slot gacor terpercaya

Elias mengatakan, “Ini virus yang sangat berbahaya dan merugikan umat Islam. Jadi terus terang, dalam hal ini MUI sangat berterima kasih kepada Polda Metro Jaya untuk mengambil tindakan hukum dan yang penting adalah mengambil tindakan pencegahan dalam kasus ini,” kata Elias. Elias.

Elias menambahkan bahwa kelompok itu telah merugikan umat Islam dengan membuat sumpah agama.

Faktanya, aplikasi grup ini mengandung poin buruk.

“Pertama, organisasi atau lembaga Khalifah Islam ini seolah-olah tidak ada hubungannya dengan hukum, dan sangat merugikan umat Islam, bahasanya adalah bahasa agama, dan bahasa Khilafah adalah bahasa Islam. Meskipun ini adalah seperangkat hak, isinya penuh dengan kebohongan,” kata Elias.

Virus yang dibawa oleh khalifah Islam ke masyarakat juga mudah menyebar, karena masih ada masyarakat dengan tingkat melek huruf yang sangat rendah.

Virus ini bisa dicegah jika orang tidak buta huruf.

Ilyas juga mengatakan bahwa madrasah atau pesantren yang didirikan oleh Khilafah Islamiyah yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan reunifikasi NKRI juga merugikan umat Islam.

Pasalnya, istilah pondok pesantren berakar dari Islam.

“Kami juga berasimilasi dengan umat Islam di Jakarta,” kata Elias.

”Saya tegaskan ada 125 ponpes di DKI dan 37.000 ponpes di Indonesia. Saya yakin tidak. Saya paham” ujarnya.

Sebelumnya, pada 7 Juni 2022, pemimpin tertinggi khalifah Islam Abdul Qadir Hassan Barza ditangkap di Lampung.

Pengembangan terus berlanjut dan polisi kembali menangkap tersangka lain berinisial AA, IN, F dan SW yang diperoleh dari Lampung, Medan, dan Bekasi pada Sabtu (11/6/2022).

Dalam hal ini, kelompok khalifah Islam dikatakan ingin mendirikan negara di dalam negara.

Mereka memiliki NIK atau KTP sendiri untuk jemaah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk operasionalnya, jemaah haji diwajibkan membayar iuran wajib sebesar Rp1.000 per hari.

Saat ini, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membekukan 21 rekening terkait organisasi Khilafah Islamiyah.

Direktur Analisis PPATK Maryanto mengatakan dalam konferensi pers yang diadakan di Polda Metro Jaya di Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Rekening tersebut dibekukan selama penyelidikan lebih lanjut terhadap aliran dana dari Khilafah Islamiyah.

Dalam kasus ini, enam tersangka didakwa melanggar Pasal 14 dan/atau 15 Undang-Undang Pertama Tahun 1946 tentang ketentuan KUHP. UU No. 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Selain 17.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Cara Mengecek Mobil Bekas Tabrakan Atau Bukan Saat Akan Membeli Mobkas
Next post Cara Mencegah Penyebaran Omicron BA.4 Dan BA.5, Tingkatkan Protokol Kesehatan