Modus Janji Dinikahi, Remaja 14 Tahun Di Lampung Dirudapaksa Pacar, 2 Teman Pelaku Ikut Terlibat

Spread the love
Read Time:2 Minute, 30 Second

Kasus remaja putri yang dipaksa oleh pacarnya yang sama terjadi di Kabupaten Bringsu, Lampung.

Dikabarkan, korban berinisial M (14), sedangkan teman korban berinisial Y (14).

Selain Y, dua teman pelaku juga memaksa korban. situs slot game menang

Sedangkan modus operandi M awalnya berjanji akan mengawinkan korban.

Kapolres Bringsu Kota Kompol Ansuri melalui Bareskrim Irjen Kandra Hirawan membenarkan kasus tersebut.

Dia mengatakan para pelaku telah ditangkap.

Identitas mereka adalah Y (14), P (19), dan A (23).

“Ketiga tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing, setelah orang tua korban melaporkan kejadian yang menimpa anaknya,” kata Ansuri atas nama Kapolres AKBP Ryo Kahuedi.

Ditambahkannya, korban dalam kasus ini tidak pulang sehari setelah pulang sekolah.

Dia baru saja kembali ke rumah orang tuanya dengan orang lain, dan belum kembali dari sekolah.

Ternyata korban telah menerima perbuatan asusila yang dilakukan oleh pacarnya.

Kemudian, dua terdakwa lainnya yang merupakan teman korban membawanya kembali ke lokasi berbeda.

Kasus ini bermula dari korban yang mengenal tersangka melalui pesan WhatsApp dan kemudian mulai berkencan pada awal Juni.

Kemudian, pada 16 Juni, tersangka Y menjemput korban di sekolahnya.

Bukannya dipulangkan, korban malah dibawa ke rumah tersangka. Di sinilah tindakan asusila terjadi. Dia curiga bahwa Y menjanjikan pernikahannya.

Setelah itu, korban minta diantar ke pasar Sumber Agung, sekitar pukul 22.00 WIB untuk menemui temannya yang berinisial P.

Setelah bertemu dengan korban P, korban diajak bertemu dengan temannya yang lain berinisial A.

Kemudian P dan A melakukan perbuatan asusila terhadap korban di rumah A dan menahannya semalaman.

Hingga keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, korban dijemput keduanya dan diturunkan ke pinggir jalan di kawasan tersebut. pertunjukan.

Saat itu, dalam keadaan kebingungan, korban meminta bantuan warga dan ditolong. Hingga akhirnya ia kembali ke rumah orang tuanya. Terus lapor ke polisi kota Bringsu.

Polisi pun melakukan interogasi dan penyidikan hingga ketiga tersangka ditangkap di tempat berbeda.

Barang bukti dalam kasus ini, polisi menyita baju korban, baju tersangka, handphone tersangka Y, sepeda motornya dan sepeda motor lain yang digunakan P untuk menjemput korban.

Kini ketiga tersangka ditahan di Polsek Kota Bringsu untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Dalam kasus ini, ada dua tersangka berdasarkan kelompok umur. Pertama, tersangka Y, teman korban yang masih di bawah umur.

Kemudian tersangka P dan A, yang merupakan teman korban dan cukup umur.

Ketiganya dijerat Pasal 76d jo Pasal 81 Ayat (1) atau Pasal 76e jo Pasal 82 Ayat (1) UU Republik Irak No. 17 Tahun 2016 juncto Requirement No. 1 Tahun 2016 sehubungan dengan Pasal Dua. Mengubah Undang-Undang Republik Irak Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Mengubahnya Menjadi Undang-undang

Oleh karena itu, Pasal 55 KUHP diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun, paling lama dua puluh tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar.

Namun, untuk tersangka Y, proses hukum yang berkaitan dengan sistem peradilan pidana anak diterapkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Inspektur Dua Kandra Hirawan mengimbau orang tua agar menjaga anak perempuannya saat keluar rumah. Maka Anda juga perlu menjaga teman-teman Anda.

“Kami menghimbau kepada para orang tua agar waspada dalam melindungi anak perempuannya,” kata Kandra.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Holywings Minta Maaf Usai Munculnya Promosi Minuman Alkohol Pakai Nama Muhammad Dan Maria
Next post PROFIL Cinta Laura, Artis Blasteran Sukses Di Bidang Akademik, Raih 2 Gelar Berpredikat Cumlaude