Mengenal Makna Dan Rangkaian Hari Raya Galungan

Spread the love
Read Time:1 Minute, 57 Second

Hari Raya Galungan merupakan salah satu hari raya dengan makna mendalam bagi umat Hindu.

Reni Widiastuti dalam Kebudayaan dan Pariwisata Bali (2009) menerangkan, perayaan Galungan dilakukan setiap 210 hari sekali menurut perhitungan penanggalan pawukon, yang jatuh pada Rabu kliwon. slot gacor deposit ovo

Tahun ini, puncak Hari Raya Galungan akan jatuh pada Rabu (8/6/2022) mendatang.

Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penanggalan pawukon merupakan sistem penanggalan tradisional Indonesia yang masih digunakan sebagian masyarakat di Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.

Sistem penanggalan ini mempunyai waktu terukur, serta digunakan sebagai dasar perhitungan mengenai pranata mangsa (tata waktu).

Apa yang dimaksud dengan Hari Raya Galungan?

Seperti hari raya pada umumnya, perayaan Galungan memiliki makna filosofis. Dalam tulisannya, Reni menjelaskan bahwa Hari Raya Galungan merupakan perayaan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).

Kemenangan itu dirayakan sebagai ungkapan kegembiraan sekaligus syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Adapun kejahatan yang dimaksud adalah sifat buruk yang ada dalam diri manusia.

Sementara itu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dalam situsnya menyatakan bahwa Hari Raya Galungan bermakna memperingati kemenangan dharma melawan adharma, karena manusia telah berhasil mengendalikan hawa nafsu.

Hawa nafsu dalam diri manusia dikenal dengan nama kalatiga, yakni tiga macam kala yang secara bersama-sama sejak Minggu hingga Selasa, sehari sebelum perayaan Galungan.

“Hari Raya Galungan mempunyai makna memperingati kemenangan dharma melawan adharma, secara rohani manusia mengendalikan hawa nafsu yang sifatnya mengganggu ketenteraman batin,” tulis PHDI dalam situsnya.

Adapun, tiga kala yang dimaksud meliputi, kala amangkurat, kala dungulan, dan kala galungan.

Kala amangkurat yakni nafsu ingin selalu menguasai dan memerintah, apabila tidak terkendali maka bisa tumbuh menjadi nafsu serakah sekalipun me­nyimpang dari kebenaran.

Kala dungulan berarti nafsu untuk mengalahkan semua yang dikuasai oleh orang lain. Terakhir, kala galungan yakni nafsu untuk menang dengan berbagai dalih dan cara yang tidak sesuai dengan norma maupun etika agama.

Rangkaian Hari Raya Galungan

Umat Hindu melaksanakan perayaan Hari Raya Galungan yang berlangsung di Pura Agung Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (14/4/2021).

Reni menuliskan, terdapat serangkaian kegiatan terkait Hari Raya Galungan. Sehari sebelum Galungan, umat Hindu biasanya menggelar tradisi penampahan, yang berarti penyembelihan.

Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih babi. Penyembelihan babi ini mengandung makna simbolis, yaitu membunuh semua nafsu binatang dalam diri manusia.

Sementara itu, sehari setelah Hari Raya Galungan merupakan Hari Umanis Galungan.

Pada hari itu, umat Hindu saling mengunjungi sanak saudara, serta saling menyicipi masakan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Pemain Gagal Download EFootball PES 2022 Di Android, Konami Minta Gamer Ganti HP
Next post Datang Ke Pasar Hewan, Pedagang Di Gunung Kidul Diminta Pulang