Mahathir Kepulauan Riau, Ahli Klaim: Tidak Perlu Ditanggapi

Spread the love
Read Time:2 Minute, 3 Second

JAKARTA, – Pakar hukum internasional Hekmahanto Guana mengatakan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad seharusnya tidak menganggap serius klaim Riau.

Saat dihubungi pada Rabu (22 Juni 2022), Hekmahanto mengatakan: slot gacor deposit via dana

Menurut Hakamhanto, Mahathir saat ini bukan pejabat pemerintah Malaysia, jadi pendapatnya subjektif.

“Jadi pandangannya sama sekali tidak mencerminkan pandangan pemerintah Malaysia,'” kata Hakamhanto.

Mahathir mengeluarkan pernyataan kontroversial pada Minggu, 19 Juni 2022.

“Pedra Branca dan Pulau Batu Putih, serta Singapura dan Kepulauan Riau harus dianggap sebagai bagian dari Tana Malaya (Malaysia) dan dikembalikan,” kata Mahathir.

Menurut Mahathir, Singapura sebelumnya adalah bagian dari Johor.

Mahathir mengatakan, pada masa lalu, wilayah Malaysia membentang hingga Tanah Genting Kra Thailand, Kepulauan Riau, dan Singapura.

Pemerintah menyampaikan pernyataan resmi atas tuduhan Mahathir melalui Kementerian Luar Negeri RI.

Kementerian Luar Negeri mengatakan Indonesia tidak dapat menemukan dasar hukum atau alasan atas pernyataan Mahathir tersebut.

Kementerian Luar Negeri juga mengatakan bahwa Mahathir, sebagai politisi berpangkat tinggi, tidak boleh membuat pernyataan tidak berdasar yang merusak persahabatan antara kedua negara.

“Perlu ditegaskan bahwa Kepulauan Riau adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan selalu menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Harteo Harkomoyo, Direktur Informasi dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri, dalam siaran persnya. . . (2022-06-22).

Dulu, wilayah Kepulauan Riau merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Johor. Sedangkan Johor merupakan bagian dari Kesultanan Malaka yang sekarang menjadi Malaysia.

Kemudian, pada tahun 1511, penjelajah Portugis datang dan menaklukkan kota pesisir Malaka.

Dalam buku Sir Richard Olaf Weinstedt “History of Johor, Singapore, 1932”, Kesultanan Johor menguasai beberapa provinsi pada masa kejayaannya.

Wilayah kekuasaan Kesultanan Johor pada waktu itu antara lain bantaran sungai Klang dan Linji, Singapura, Bintan, Riau, Lingga, Karimun, Benkali, Khambar, Siak, dan Siak Sumatera.

Belanda juga berusaha menduduki Malaka. Belanda kemudian mundur, Inggris menduduki Semenanjung Malaya dan mendirikan koloni pada tahun 1786.

Pemerintah Hindia Belanda kemudian menyerbu Kesultanan Riau-Linga yang menguasai Kepulauan Riau. Pemerintah kerajaan didasarkan pada Islam di bawah pengaruh pedagang dari Gujarat, India dan Arab.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Kepulauan Riau bergabung dengan wilayah Kesultanan Siak di daratan Sumatera membentuk Provinsi Riau.

Dulu juga menggunakan mata uang sendiri yaitu Kepulauan Riau (KR). Namun perlahan, mata uang ini dihentikan dan digantikan oleh rupiah.

Setelah tahun 1950-an, Afdeeling (seluruh wilayah) Indragiri dimasukkan ke dalam provinsi Riau.

Kepulauan Riau mengajukan pemekaran di Negara Bagian Riau dan disahkan sebagai negara bagian tersendiri pada tanggal 24 September 2002.

Kabupaten ke-32, wilayah Kepulauan Riau, meliputi kota Tanjung Pinang, Batam, Bintan, Karimun, Natuna, Anambas, dan Lingga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Indonesia Ekspor 200.000 Ton Beras, Ini Alasan Menko Airlangga
Next post RAMALAN Zodiak Kamis 23 Juni 2022: Cancer Jadi Sandaran Teman, Scorpio Merasa Kesepian