Liverpool Vs Real Madrid: Kisah Camavinga, Dari Kamp Pengungsian Hingga Final Liga Champions

Spread the love
Read Time:1 Minute, 31 Second

Pemain Real Madrid, Eduardo Camavinga, mempunyai kisah menarik menjelang pertandingan melawan Liverpool dalam final Liga Champions 2021-2022.

Duel Liverpool vs Real Madrid dalam jadwal final Liga Champions 2021-2022 bakal berlangsung di Stade de France, Saint-Denis, pada Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Eduardo Camavinga berkesempatan tampil dalam partai final ajang paling prestisius antarklub Eropa di musim debutnya bersama Real Madrid.

Pemain berusia 19 tahun tersebut dibeli Real Madrid dari klub Ligue 1, Rennes, dengan mahar senilai 30 juta euro.

Selama musim debutnya di Real Madrid, Carlo Ancelotti selaku pelatih kerap memberikan kesempatan bagi Camavinga untuk tampil.

Eduardo Camavinga kerap dimainkan oleh Carlo Ancelotti sebagai starter maupun pemain pengganti.

Secara keseluruhan, Eduardo Camavinga mentas sebanyak 39 kali dengan kontribusi 2 gol dan 2 assist.

Namun, siapa yang pernah menyangka bahwa Eduardo Camavinga memiliki masa lalu yang kurang menyenangkan.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu ternyata lahir dari sebuah kamp pengungsi di Angola selepas keluarganya melarikan diri dari perang.

“Saya lahir di sebuah kamp pengungsi di Angola setelah keluarga saya melarikan diri dari perang,” ujar Camavinga dalam sebuah wawancara dengan UNHCR alias Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, dilansir dari Goal International. judi slot online pakai dana

Setelah itu, Camavinga mengatakan bahwa orangtuanya mulai membawanya ke Perancis guna menjalani sebuah kehidupan baru.

Adapun hingga saat ini Eduardo Camavinga berstatus sebagai warga negara Perancis. Dia tercatat sudah membela tim berjuluk Ayam Jantan itu sebanyak tiga kali.

“Orangtua membawa saya ke kehidupan baru di Perancis dan sepak bola telah membawa saya ke final Liga Champions,” ujar Camavinga.

Camavinga pun merasa bersyukur dengan pencapaiannya bisa melaju ke final Liga Champions bersama Real Madrid.

“Saya bersyukur bisa bermain dan merasa bangga dengan pencapaian ini sebagai seorang mantan pengungsi,” kata Camavinga.

“Saya berharap jutaan pengungsi di seluruh dunia yang mencintai sepak bola tahu bahwa kita berdiri bersama,” ucapnya mengakhiri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Konsep Dan Prosedur Adjudikasi Sengketa Proses Pemilu
Next post WhatsApp Buka Lowongan Kerja Di Indonesia, Simak Syarat Dan Cara Daftarnya