KPK Jebloskan Koruptor Pengadaan Mesin Giling Tebu Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI Ke LP Surabaya

Spread the love
Read Time:1 Minute, 43 Second

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa pelaku korupsi pengadaan dan pemasangan mesin penggiling enam silinder tahun 2015 di PT Perkebunan Nusantara Pabrik Gula (PTPN) (PTPN) XI Pabrik Gula Jatiruto (PTPN). Perusahaan (LP) Kelas I Surabaya 2016

Pelaku korupsi adalah Arif Hendrawan, Direktur PT Wahyu Daya Mandiri (WDM).

Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu (25/6): 2022). situs slot online akun demo

Arif menghabiskan empat tahun lima bulan di penjara kelas satu Surabaya.

Arif juga diperintahkan untuk mengenakan denda sebesar Rp 100 juta dan denda tambahan lainnya berupa pengenaan pembayaran alternatif sebesar Rp 14 miliar.

Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya dalam putusannya pada Senin (30 Mei 2022) menyatakan Arif Hendarwan dinyatakan sah secara hukum karena melakukan tindak pidana korupsi, seperti dalam dakwaan alternatif kedua. dari ksatria. 3 Sehubungan dengan Pasal 18 UU UU. Nomor korupsi sehubungan dengan Pasal 55(1) KUHP Pertama.

Pada 25 November 2021, KPK menetapkan Arif Hendrawan dan mantan Direktur Produksi PTPN XI Budi Adi Prabowo sebagai tersangka.

Membangun kasus tersebut, KPK menjelaskan bahwa Budi adalah Manajer PTPN XI 2015-2016 dan mengenal baik Arif sebagai Manajer PT WDM, dan mengadakan beberapa pertemuan di tahun 2015. Meski proses lelang belum dimulai sama sekali, termasuk persetujuan untuk melakukan instalasi pabrik tebu di PG Djatiroto.

Arif dituduh mengatur perusahaan lain untuk tampil sebagai penawar.

Arif juga aktif menyusun spesifikasi teknis harga komoditas yang akan digunakan sebagai acuan awal untuk menentukan sendiri perkiraan harga (HPS) Rp 78 miliar, termasuk data penyelesaian penawaran untuk pengadaan. Pada rolling mill enam silinder satu lot dari PG Djatiroto.

Kontrak yang dibuat berdasarkan kontrak antara Budi dan Arif senilai Rs 79 crore.

Karena PT WDM sudah menyiapkan komponen pada saat proses lelang, maka diduga beberapa syarat terkait waktu penyerahan barang yang diajukan pada saat anwijzing diatur untuk memenangkan tender di PT WDM. barang-barang.

KPK juga menduga Arif memberikan mobil tersebut kepada Bodi saat proses lelang.

Saya menduga jumlah pembayaran yang diterima dari PT WDM yang disetujui Budi mengenai proses pembayaran telah terlampaui.

KPK menduga kerugian negara dari proyek pengadaan itu sekitar Rp 15 miliar dari nilai kontrak Rp 79 miliar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post KRONOLOGI Kecelakaan Bus Di Tasikmalaya, Masuk Jurang Usai Bus Oleng Ke Kiri, Diduga Sopir Ngantuk
Next post Agenda Ronaldinho Hari Ini, Sang Legenda Akan Ke Rumah Raffi Ahmad