Korban Selamat Gempa Afghanistan Terancam Kelaparan Dan Kolera, Taliban Minta Bantuan Internasional

Spread the love
Read Time:2 Minute, 16 Second

Taliban mengatakan upaya penyelamatan gempa Afghanistan hampir selesai.

Kementerian Kesehatan mengatakan bantuan mulai berdatangan ke daerah yang terkena dampak gempa yang menewaskan sedikitnya 1.000 orang. slot deposit freebet

Gempa magnitudo 6,1 melanda Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) dini hari, di sekitar 160 km tenggara Kabul, dekat perbatasan Pakistan.

Komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan yang layak menghambat upaya bantuan di Afghanistan.

“Operasi penyelamatan telah selesai, tidak ada yang terjebak di bawah puing-puing,” kata Mohammad Ismail Muawiyah, juru bicara komandan militer Taliban di provinsi Paktika yang paling parah dilanda bencana, kepada kantor berita Reuters, Kamis (23/6/2022), dilaporkan Aljazeera.

PBB mengatakan, Kementerian Pertahanan Taliban telah melakukan 90 persen operasi pencarian dan penyelamatan korban sejak Rabu pagi.

Gempa tersebut menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 orang dan lebih dari 3.000 rumah hancur.

Sekitar 1.000 orang telah diselamatkan pada Kamis pagi.

Kondisi Korban Selamat

Orang-orang yang selamat dari gempa besar di Afghanistan mengatakan tidak punya apa-apa untuk dimakan, tidak ada tempat berteduh, dan takut akan kemungkinan wabah kolera.

Provinsi Paktika merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak gempa.

Seorang korban gempa bernama Agha Jan berjalan di reruntuhan rumahnya untuk mencari apa yang tersisa.

Saat gempa melanda pada dini hari Rabu, Agha Jan bergegas menuju kamar tempat keluarganya menginap.

“Tapi semuanya berada di bawah puing-puing,” katanya.

“Bahkan sekop saya. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya memanggil sepupu saya untuk membantu tetapi ketika kami mengeluarkan keluarga saya, mereka semua sudah tewas,” lanjutnya.

Sekitar 1.000 orang diyakini tewas dan 3.000 lainnya terluka.

Jarak Distrik Barmal menuju kota besar terdekat dapat ditempuh dengan tiga jam perjalanan di jalan yang belum beraspal.

Saat ini, helikopter militer tidak lagi mengangkut korban yang terluka, tetapi mengirimkan persediaan.

Pejabat Taliban memberi tahu, operasi penyelamatan telah selesai dan sekarang berakhir.

“Bantuan sudah sampai ke daerah dan terus berlanjut, tapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi,” kata Sharafat Zaman, juru bicara kementerian kesehatan, dikutip dari Aljazeera.

Aljazeera melaporkan dari Provinsi Paktika, adanya situasi lapangan yang sangat buruk.

Pengamatan dari helikopter memperlihatkan distrik-distrik di daerah pegunungan tersebut yang letaknya berjauhan dengan fasilitas publik, terutama fasilitas kesehatan.

Sebagian besar rumah penduduk di daerah tersebut terbuat dari lumpur, jalannya tidak beraspal, berbatu, dan banyak daerah lereng.

Afghanistan Membutuhkan Bantuan Internasional

Abdul Qahar Balkhi, juru bicara kementerian luar negeri Afghanistan, Kamis mengulangi seruan agar lebih banyak bantuan internasional diberikan, pada Kamis (23/6/2022).

Sekjen PBB Guterres mengatakan badan global telah “sepenuhnya memobilisasi” untuk membantu, mengerahkan tim kesehatan dan pasokan obat-obatan, makanan, peralatan trauma dan tempat penampungan darurat ke zona gempa.

PBB mengatakan Program Pangan Dunia (WFP) mengirim makanan dan peralatan logistik ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan tujuan awalnya mendukung 3.000 rumah tangga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post IHSG Pagi Ini Menghijau, Ditopang Saham Sektor Infrastruktur Dan Teknologi
Next post KPK Cermati Fakta Sidang Aliran Uang Waskita Ke Sejumlah Pihak