Kominfo Ajak Masyarakat Selamatkan Laut Dari Sampah Plastik

Spread the love
Read Time:2 Minute, 15 Second

JAKARTA – Hal penting dalam pengelolaan sampah adalah kesadaran masyarakat akan lingkungan dan partisipasi aktif untuk mengurangi, memanfaatkan kembali, serta mendaur ulang.

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary, dalam sambutannya membuka acara webinar Creative Talks Pojok Literasi “Penabgarakan Krui Sampah untuk Laut yang, Berkelanjutan” (11/2) Selabgarakan Krui dissipah untuk Laut yang, Berkelanjutan, 11 yang , dalam sambutannya membuka acara webinar. slot gacor hari ini 2022 terbaru

“Pengelolaan sampah, baik di darat maupun di laut, membutuhkan komitmen dan kontribusi dari seuruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, swasta, dan yang terpenting tidak penting masyarakat”, ungkap Septriana.

Pertemuan tentang Acara yang Digagas oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kementerian Kominfo tersebut diselenggarakan secara hybrid dari Aula Lamban Yoso Kabupaten Pesisir Barat dan luyang dapat disaksikan melaluik lang ssung atamelj Zoom lang ssung

Sampa Plastik Adala Ankaman Berbahaya Yang Dafat Merusak Tatanan Kehidupan di Muka Bumi. Bukan hanya dapat merusak kesehatan manusia, sampah plastik juga merusak ekosistem di laut dan berdampak pada perubahan iklim. Dimana 80 persen sampah di laut berasal dari daratan dan 30 persen dari sampah tersebut adalah sampah plastik.

Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sinta Saptarina Soemiarno menambahkan target dan indikator pengelolaan sampah ada dua yaitu 30 persen pengurangan sampah pada 2025 dan 70 persen penangan

“Pemerintah Indonesia merespon cepat masalah sampah laut melalui penerbitan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut yang diatur dalam Peraturan Presiden no.83/2018 tentang penanganan sampai laut dengan pengurangan target las Sinta lau sebes

“Setidaknya 74 pemerintah provinsi/kota/kabupaten di Indonesia telah menerbitkan peraturan tentang pengurangan sampah plastik sekali pakai sebagai upaya penanganan sampah untuk laut yang berkelanjutan, lanjutnya.

Dampak lingkungan fungsional yang mengatur Rio Nico Fernando Ahara, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Barat, telah mengatasi banyak kendala pembuangan sampah yang dialami Kabupaten Pesisir Barat, mulai dari minimnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah hingga anggaran anggaran. Pemerintah Kabupaten.

Salah satu kendalanya adalah saat ini cakupan wilayah pengolahan dan pengelolaan sampah tidak dapat menampung semua wilayah. Dari 11 kecamatan, layanan LHK hanya menangani 2 kecamatan.” kata Rio.

Namun, menurut Rio, kendala terbesar adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan ketidakmampuan wisatawan membuang sampahnya.

Senada dengan Rio, Ketua Komunitas Krui Kecah Ko, Mizariadi juga menyampaikan pentingnya kesadaran diri dari masyarakat dan pemegang kepentingan yang sangat diperlukan, karena fasilitas umum wii penopanghara.

“Kalau tidak mau mengangkat sampah orang lain Minimal kita jadi agen pembuang sampah,” katanya.

Mizar juga memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh komunitas Krui Kecah Ko, seperti memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, melakukan penanaman terumbu karang, Hinga Axi Bersi Pantai Yang ” Mizariadi

Menurut Mizar, cara menarik masyarakat untuk lebih peduli lingkungan adalah dengan bergerak, tanpa perlu banyak kata-kata dan data data, langsung aksi!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Cara Merawat Rem Tromol Sepeda Motor, Komponen Penting Tapi Kerap Diabaikan
Next post Gajah Di India Injak Wanita 70 Tahun Hingga Tewas, Lalu Kembali Lagi Untuk Rusak Jasad Dan Makamnya