Kisah Wanita Asal New York, Turunkan Berat Badan Dengan Jalan Kaki

Spread the love
Read Time:3 Minute, 34 Second

Mengubah gaya hidup dan menurunkan berat badan mungkin mudah diucapkan, tapi untuk dilakukan. kadang-kadang, dibutuhkan suatu dorongan atau pemicu kuat untuk melakukannya.

Itulah yang terjadi pada seorang wanita asal New York bernama Sherrie Dampeer. slot deposit dana

Dampeer melihat sendiri bagaimana masalah berat badan mempengaruhi kesehatan ibunya. Karena itu, wanita berusia 56 tahun ini takut hal yang sama akan terjadi pada Anda.

Dampeer melanjutkan, saat ibunya meninggal dunia, ibunya mengonsumsi banyak obat-obatan yang hampir semuanya terhubung dengan berat badan.

Tak hanya itu, ibu Dampeer juga menderita diabetes dan hipertensi, gagal jantung kongestif serta memiliki masalah mobilitas karena kelebihan berat badan. Ibunya pun berakhir di panti jompo karena tidak bisa merawat dirinya sendiri.

Ketika meninggal, Dampeer pun merasa terdorong untuk mengubah gaya hidupnya dan mulai fokus pada kesehatannya sendiri.

fasilitas demikian, hal itu tidak mudah. Pasalnya, Dampeer cukup sibuk.

Dia bekerja untuk Departemen Pelayanan Sosial Administrasi Sumber Daya Manusia Kota New York dan menjadi seorang pendeta di gerejanya. Bahkan, dia juga merupakan seorang sukarelawan

Namun, semua itu mulai terwujud pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 mulai menyebar di Amerika Serikat.

Saat itu, Dampeer mulai ketakutan karena dia mendengar bahwa penderita obsesif memiliki risiko tinggi tertular Covid-19 dirinya dengan gejala parah.

Namun, Covid-19 memiliki lebih banyak waktu luang untuk memulai gaya hidup sehat.

Dampeer juga mengakui bahwa dia tertarik oleh pelatih kebugaran Stephanie Mansour dalam mengubah gaya hidupnya.

Lalu agar merasa lebih nyaman dan bisa terus berolahraga, mencoba membuat olahraga menjadi hal yang menyenangkan, sehingga tidak terasa terasa lemas.

Dampeer memilih jalan kaki setiap hari sebagai salah satu metode olahraga yang menyenangkan. Sepuluh ribu langkah pun menjadi targetnya.

“Berjalan adalah terapi bagi saya. Saya area lingkungan yang berbeda, dan jika saya melihat bangunan bersejarah atau sesuatu yang bagus, saya akan mengambil gambar dan mengunggahnya di penghujung haribatro di Manhattan,” ujar wanita bat yang mengaku, Jembatan Queensbatan, Brookly Jembatan Jembatan, Jembatan .

“Saya mencoba membuat olahraga menjadi menyenangkan, jadi saya akan tetap melakukannya, jadi tidak terasa seperti pekerjaan,” lanjutnya.

Selain itu, Dampeer mengaku menggunakan pita resistensi untuk membentuk ototnya.

Perjuangan Dampeer pun membuahkan hasil. Kini, berat dianggap sehat oleh dokternya.

Namun menariknya, Dampeer hanya menimbang berat badan sebanyak dua kali dalam satu bulan.

“Tujuan saya kesehatan, bukan angka di timbangan. Saya hanya ingin menjadi seorang Sherrie yang lebih sehat,” ujarnya.

Lalu tak hanya berat badan yang lebih sehat, peradangan dalam darah Dampeer pun menjadi lebih stabil dan tekanan darahnya turun. Bahkan, pengukuran gula darah Dampeer turun dari 5,7 menjadi 5,4, dan mobilitasnya juga meningkat.

Sebuah pos dibagikan oleh Sherrie Dampeer (@dampeersherrie)

Tetap terapkan kebiasaan sehat

Berhasil memiliki tubuh yang lebih sehat tampaknya tidak membuat Dampeer menghentikan kebiasaannya.

Saat kembali bekerja di kantor pada 2021 lalu, Dampeer tetap berjalan kaki.

Dia berjalan di rumahnya sebelum bekerja, berjalan menuju stasiun kereta yang jauh dari rumah, atau berjalan di sekitar tempat kerja pada pagi, siang hari, atau sore hari saat jam kantor berakhir.

Kini, Dampeer juga dinobatkan menjadi duta program kesehatan kantornya, yaitu WorkWell NYC.

“Saya membantu mempromosikan sesuatu yang sehat. Sebagai pendeta, saya menganggap tubuh saya adalah kuil, jadi saya ingin menjadi contoh bagi orang lain juga. Ini tentang saya merawat diri sendiri,” ujarnya.

Pola makan Dampeer

Jika ingin seperti Dampeer, mungkin kita bisa meniru pola makannya,

Misalnya, meminum banyak air, tidak mengonsumsi gula dan lebih memilih menambahkan coklat tanpa gula atau kayu manis ke dalam kopinya, serta tidak pernah menambahkan krimer.

Lalu saat memakan oatmeal, dia menggunakan pisang sebagai pemanis. Konsumsi sayuran pun diperbanyak.

Jika menyukai selai kacang, kita bisa menggantinya dengan bubuk selai kacang untuk lemak lemak. Lalu, jangan lupa untuk selalu membaca konten suatu produk saat berbelanja.

Kita juga perlu membatasi konsumsi makanan cepat saji, tidak makan berlebihan, dan tidak menyimpan camilan di rumah sebisa mungkin.

Lalu tentang menu makanan, Dampeer mengaku suka menyiapkannya sendiri, seperti menyiapkan tumpukan cabai dengan kalkun giling atau ayam, kacang-kacangan, bawang merah, dan bawang putih.

Makanan yang dikonsumsinya juga selalu sehat. Misalnya, 1/2 cangkir oatmeal kering dengan cangkir susu kedelai rasa vanila dan beberapa kayu manis, bubuk protein, atau biji chia untuk sarapan.

Lalu untuk makan siang, cabai yang sudah disiapkan, atau ayam dengan brokoli dan nasi merah dari restoran China. Untuk makan malam, Dampeer biasa mengonsumsi ayam tanpa tulang, tanpa kulit dengan sayuran.

Buah, sayuran, atau kacang-kacangan juga dijadikan camilan olehnya.

Ingin Ingin?

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Update Corona 10 Juni 2022: Kasus Harian Di Indonesia Merangkak Naik | China “Lockdown” Distrik Di Shanghai
Next post Lokasi Dapur Yang Ideal Dan Buruk Menurut Feng Shui