Kenapa Manusia Punya Lidah? Ini Fungsinya

Spread the love
Read Time:2 Minute, 9 Second

Lidah adalah salah satu organ manusia yang tidak hanya untuk mengecap, tetapi juga berfungsi ketika bernapas, menelan, hingga mengartikulasikan kata-kata.

Umumnya lidah memiliki ukuran panjang sekitar 8,5 cm pada laki-laki, dan 7,9 cm bagi perempuan. MenurutGuinnes World Record, lidah terpanjang di dunia sampai saat ini berukuran 10,1 cm, yakni milik Nick Stoeberl. slot deposit ovo tanpa potongan

Lidah merupakan misteri tubuh manusia yang memiliki keunikan tersendiri. Organ ini terdiri dari delapan otot lurik yang dapat bergerak ke segala arah, sehingga membuatnya cukup fleksibel.

Otot-otot tersebut juga membantu lidah, agar tidak lelah selama melakukan tugasnya setiap hari, termasuk makan dan berbicara.

Kenapa manusia punya lidah?

Dilansir dari Live Science, Jumat (2/10/2015) manusia memiliki lidah untuk dapat mengecap makanan melalui reseptor yang mengirimkan informasi ke otak.

Reseptor adalah ujung saraf yang menjadi tempat terjadinya reaksi kimia terhadap makanan yang dimakan.

Menurut Encyclopedia Britannica, ada sekitar 50 hingga 150 sel reseptor rasa di dalam setiap kuncup pengecap di lidah.

Rata-rata orang dewasa memiliki total antara 2.000 hingga 4.000 benjolan rasa. Hal ini dikarenakan sel-sel sensorik di indera pengecap, yang membuat manusia mampu merasakan rasa dan memperbaharui dirinya di setiap minggu.

Sementara itu, di seluruh ototnya terdapat kelenjar dan lemak, sedangkan bagian luar lidah ditutupi oleh selaput lendir.

Bagian atas lidah yang disebut dorsum tertutup dengan papila, yakni tonjolan kecil pada permukaannya yang berisi kelenjar serosa. Kelenjar inilah yang mengeluarkan cairan di dalam air liur.

Fungsi lidah manusia

Faktanya, indera pengecap ini membantu manusia berevolusi seperti sekarang. Lidah membuat kita mengetahui rasa pahit dan asam, yang menandakan makanan itu beracun atau telah busuk.

Bagian belakang lidah sensitif terhadap rasa pahit, sehingga Anda dapat memuntahkan makanan yang tidak layak konsumsi sebelum menelannya.

Selain itu, rasa manis dan asin yang dirasakan lidah dapat menginformasikan, bahwa makanan yang dikonsumsi kaya nutrisi.

Seperti dilansir dari On Health, Jumat (14/5/2021) lidah sebenarnya dapat berfungsi untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan seseorang.

Anda mungkin pernah belajar soal peta rasa lidah, di mana pada area berbeda maka rasanya juga berbeda. Namun ternyata, Anda dapat merasakan manis, asam, asin, maupun pahit di semua area lidah.

Lidah bisa menjadi gemuk

Fakta lain dari lidah adalah bisa menjadi gemuk. Apabila Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, maka lidah juga akan mengalami peningkatan volume lemak.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep menunjukkan, bahwa memiliki lidah yang lebih besar dengan kadar lemak yang lebih tinggi, menjadi faktor risiko apnea tidur obstruktif.

Gangguan ini dapat mengganggu penderitanya, karena dia dapat berhenti bernapas selama beberapa detik saat tidur, dan biasanya terjadi pada orang obesitas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Bertemu OJK Dan Nasabah, Manajemen Wanaartha Life Akan Bahas Skema Pembayaran Menyeluruh
Next post Setelah Nussa, LittleGiantz Umumkan 5 Proyek Animasi Terbarunya