Kenali Gejala Omicron BA.4 Dan BA.5, Tingkat Penularan Dan Langkah Pencegahannya

Spread the love
Read Time:2 Minute, 36 Second

Berikut gejala Omicron BA.4 dan BA.5 lengkap dengan tingkat penularan dan langkah pencegahannya.

Diketahui bahwa sub varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah ditemukan di Indonesia.

Kontras ini memiliki tingkat nyeri yang rendah pada pasien yang telah dikonfirmasi, mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan. info game slot gacor hari ini

Menurut data Kementerian Kesehatan, 4 kasus subdivisi baru BA.4 dan BA.5 pertama dilaporkan di Indonesia.

Dari empat kasus tersebut, satu orang yang terdeteksi positif BA.4 adalah WNI dengan kasus klinis tanpa gejala yang telah divaksinasi dua kali.

Sementara itu, 3 orang lagi dinyatakan positif BA.5.

Ketiga orang tersebut merupakan travel agent asing yang menjadi delegasi pertemuan Global Forum for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23-28 Mei.

Kasus klinis ketiga orang tersebut meliputi dua gejala asimtomatik dan ringan disertai sakit tenggorokan dan nyeri tubuh.

Rata-rata mereka sudah mendapat vaksinasi booster, dan ada juga yang sudah divaksinasi Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Secara global, secara epidemiologis, 6.903 sekuens BA.4 telah dilaporkan melalui GISAID, kata Mohamed Siahrel, Sp.P, MPH.

Laporan berasal dari 58 negara dan 5 negara memiliki laporan BA.4 terbanyak.

Kelima negara tersebut antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark, dan Israel.

“Dari laporan tersebut dilaporkan penularan BA.4 dan BA.5 berpotensi menyebar lebih cepat dibandingkan sub varian Omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan BA.4 dan BA.5. itu risiko BA.4 dan BA.5,” kata dr Siahrel dalam konferensi pers virtual. Di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (10/6/2022), tidak ada indikasi nyeri yang lebih parah dibandingkan ke variabel Omicron lainnya.

Ada 3 negara yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 terkait dengan peningkatan kasus BA.4 dan BA.5.

Ketiga negara tersebut adalah Afrika Selatan, Portugal, dan Chili.

Sementara di Indonesia, kasus BA.4 dan BA.5 dimulai pada awal Juni 2022.

Kemudian setelah itu dr. Syahrir mengatakan masyarakat perlu mewaspadai kekebalan tubuh.

Immune escape artinya kekebalan seseorang berpotensi lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian omicron.

Jadi, apa saja gejala Omicron BA.4 dan BA.5?

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5

Berikut gejala Omicron BA.4 dan BA.5 dikutip dari www.prevention.com:

Secara umum, gejala Covid-19 cukup konsisten, kata Thomas Russo, profesor dan ketua departemen penyakit menular di University at Buffalo di New York.

Oleh karena itu tidak ada perbedaan yang signifikan gejala Omicron BA.4 dan BA.5 dengan gejala varian Omicron lainnya.

Itu juga tampaknya tidak menyebabkan penyakit yang lebih serius daripada versi Omicron sebelumnya.

Gejala Covid-19 yang paling umum, menurut CDC:

demam atau kedinginan

– batuk;

Sesak napas atau kesulitan bernapas.

– kelelahan;

Nyeri otot atau tubuh.

– Sakit kepala;

Kehilangan rasa atau bau baru.

– Sakit tenggorokan;

Hidung tersumbat atau berair.

mual atau muntah;

– Diare;

– Batuk;

– kelelahan;

– Penyumbatan;

– Saya terserang flu.

Pengukuran pencegahan:

Tindakan pencegahan yang paling penting adalah mendapatkan vaksin booster.

Tujuan pemberian vaksinasi booster adalah untuk mencegah gejala yang lebih parah dari biasanya.

Selain itu, tetap terapkan dan patuhi protokol kesehatan 3M: pakai masker, jaga jarak dan hindari keramaian, serta cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Aremania Gerah, #AlmeidaOut Menggema, Dianggap Menang Hoki, Pelatih Arema FC: Yang Penting Tiga Poin
Next post Piala Presiden 2022: Perubahan Aturan Masuk Stadion Manahan, Ini Makanan & Minuman Yang Boleh Dibawa