Kasus Pencurian Aglaonema, DPP ASA: Tak Ada Ampun Bagi Pencuri Dan Penadah

Spread the love
Read Time:3 Minute, 56 Second

Tangerang – Terjadi pencurian sekitar 100 pot tanaman Aglaonema di Kabupaten Tangerang pada Sabtu (11/6/2022) dini hari pukul 02.30 WIB.

Sosok terekam kamera CCTV terlihat satu per satu tanaman Aglaonema dari pot.

Dalam rekaman CCTV, pencuri tersebut tampak mengenakan topeng. slot deposit pulsa 5000 tanpa potongan

Rekaman CCTV tersebut langsung viral antar penggiat Aglaonema dan menjadi perhatian serius terutama dari organisasi resmi yang menaungi para kolektor, penghobi, penjual, petani hingga pemulia AStanaman hias Aglaonema yakni Aglaonema 

Ketua DPC Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) Tangerang Raya, Eko Setyoadi, membenarkan tindak pencurian yang terekam CCTV tersebut terjadi di wilayah organisasi DPC ASA Tangerang Raya.

“Benar-benar peristiwa yang terjadi pada salah satu anggota kami, kerugian yang diderita berkisar Rp83 juta dari sekitar 100 pot yang diambil,” jelasnya, Selasa (14/6/2022).

Menurut Eko, dua pelaku menunggu lengah penunggu kebun Aglaonema.

Peran pelaku, satu orang jaga di luar pelaku satu orang yang berhasil masuk area kebun.

Pelaku ini cukup nekat masuk ke area kebun Aglaonema dengan menggali tanah di bawah pagar karena pelanggaran lalu masuk.

Setelah kejadian yang didampingi oleh Ketua DPC Tangerang Raya, Eko Setyoadi, dilaporkan ke Polsek Tigaraksa Tangerang.

Pada Senin (13/6/2022), penyidik ​​​​dari Polsek Tigaraksa lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk melacak pelaku pencurian.

Menurut Eko, proses hukum pidana dengan disupervisi dari Divisi Hukum DPP ASA merupakan suatu preseden yang bagus karena selama ini wilayah Tangerang Raya memang rawan terjadinya kasus pencurian Aglao.

Sebelum terbentuknya ASA, lebih dari tujuh petani/pedagang Aglao pernah mengalami kecurian dimana kerugiannya per tempat diperkirakan lebih dari ratusan juta rupiah,

Namun, korban enggan untuk memprosesnya karena tidak adanya dukungan.

Kasus Magelang Pelaku Sudah Terlacak

Sementara itu, seorang petani Aglaonema asal Magelang, Agus Sutrisna, mengatakan tersangka yang mencuri Aglaonema milik seorang senilai lebih dari Rp50 juta sudah terlacak.

Kronologi kejadian pada Rabu (18/6/2022) lalu, Aglaonemanya dicuri oleh orang yang tak dikenal sekita pukul 07.30 WIB.

“Saat itu saya langsung lapor di Polsek Muntilan, lalu pada tanggal 20 Mei 2022 saya dapat mengirimkan video melalui WA. Menginformasikan bahwa ada orang yang menawarkan Aglaonema secara borongan pada teman saya dan teman saya curiga bahwa Aglao yang mau diborongkan itu mirip dengan jumlah Aglaonema saya yang itulang, makanya video tersebukman anatikan say a say a

Ternyata dari video tersebut dipastikan kalau tanaman-tanaman Aglaonema tersebut memang miliknya.

Ia lalu melacak siapa yang mengirim video tersebut dan berusaha menjual Aglaonema curian itu, ada seorang pria dengan inisial Y yang mengakui kalau ia mengirim dan berusaha menjual Aglaonema itu.

Namun, Y mengelak jika ia pencurinya, ia mengaku hanya mendapat kiriman video dari temannya berinisial YL.

Akhirnya, korban ditemani Penyidik ​​​​Polsek Muntilan diantar oleh Y menuju rumah YL.

Di kediaman YL, hanya bertemu kakak YL dan saat ditanya oleh penyidik, menyampaikan YL sudah pergi sejak dua hari sebelumnya sambil membawa barang bukti atau Aglaonema yang dicuri tadi.

Kasus ini terus bergulir dan pelaku akan segera diproses hukum.

DPP ASA: Tak Ada Damai, Lanjut Pengadilan

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASA, Raden Agus Choliq, menyatakan keberatan telah menugaskan Divisi Hukum DPP ASA untuk langsung mendampingi korban.

“Pokoknya kami tidak akan beri ampun, tidak ada kata damai, pasti lanjut ke pengadilan, karena peristiwa ini terus terjadi,” jelasnya.

Ia menceritakan suatu kasus pencuri yang ketahuan, lalu karena rasa kemanusiaan akhirnya dimaafkan dan tidak dibawa ke ranah hukum.

Tapi, orang tersebut ternyata kembali melakukan tindak pencurian.

Belajar dari hal ini, Raden Agus mengimbau untuk para korban pencurian agar segera melapor ke DPC ASA terdekat atau tempat bernaung untuk membantu atau dibantu sampai ke ranah hukum.

Sementara itu Ketua Divisi Hukum DPP ASA, Lukman Hakim, mengatakan kalau saat ini divisinya pro aktif membantu kasus-kasus pencurian.

“Kasus Tangerang dan kasus-kasus Magelang contohnya langsung kami supervisi, kami akan kawal dan bantuan pihak kepolisian akan memproses sampai pengadilan, bahkan sebagai tambahan alat bukti berdasarkan Pasal 184 KUHP”

Lukman juga menegaskan bahwa bukan pencuri yang akan mencela, penadah yang tahu dan memilih untuk membeli Aglaonema terindikasi curian juga bisa dibawa ke ranah hukum.

“Ingat, penadahan adalah delik sebagaimana diatur dalam Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara tanpa perlu mengelolanya,” kata advokat yang juga seorang dosen hukum di Fakultas Hukum Univershitas Bhayangkara Jakarta.

Meski demikian, tak semua kasus dibawa ke ranah hukum, ia mencontohkan kasus penipuan ID (jenis) Aglaonema.

Yaitu Aglaonema murah, tapi mirip dijual dengan harga yang tidak semestinya atau di-akukan Aglaonema dengan ID yang memiliki harga mahal.

Untuk kasus Penipuan ID Aglaonema yang melalui jalur mediasi oleh Divisi Hukum ASA Pusat, hal mana yang beralasan beralasan saat beli secara nota juga ditipu, namun dengan ancaman dari bu kami jika hukum lagi anny a Di mana pelaku telah mengganti kerugian kepada korban, ada 9 kasus di Banyumas, Banyuwangi, Purwokerto, Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Medan,” pungkasnya.(*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Spoiler One Piece 1053: Buggy Adalah Yonkou Baru, Poster Buronan Luffy Muncul
Next post Perusahaan Teknologi Lakukan Perlawanan Terhadap Praktik Deepfake