Ironi Kereta Cepat: Ngotot Diklaim B To B, Tapi Pakai Duit APBN

Spread the love
Read Time:2 Minute, 23 Second

Menteri Koordinator Penanaman Modal Maritim Luhut Bensar Pandjetan menegaskan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung murni bisnis alias B to B.

Proyek kereta ekspres yang menghubungkan Badararang dan Harim ini dikerjakan oleh konsorsium BUMN dan BUMD China. slot gacor bet kecil

Ini juga menepis tuduhan jebakan utang proyek raksasa China. Luhut mengatakan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan investasi jangka panjang.

“Utang produktif. Ada yang bilang utang sembunyi. Itu yang dibicarakan utang sembunyi. Saya SMS-an. Sini sini tunjukkan di mana utang sembunyi,'” kata Lohut, Kamis (5 Mei 2022). dalam sebuah pernyataan. .

Dia menambahkan, “Orang-orang saya yang mengurusnya. Hutang tersembunyi tidak ada jika Anda mengatakannya dari G ke G. Ini dari B ke B,” tambahnya.

aliran dana APBN

Meski dikritik keras dan dianggap ingkar janji, pemerintah tidak bergeming dan terus mengeluarkan uang dari anggaran pemerintah untuk menutupi biaya investasi kereta cepat Jakarta-Bandung yang membengkak. Namun, baik pemerintah maupun Korea CIC masih aktif mempertimbangkan proyek B-to-B ini.

Menurut laporan Antara, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah disetujui pemerintah dalam hal penyertaan modal pemerintah (PMN) dan pendanaan dari China Development Bank (CBD).

“MasuknyaInvestasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemimpin konsorsium (leading consortium) Kereta Cepat Jakarta bipatdal tersend pengerjaan lam proyek setelah panelah ana Slam Cet Ryek setelah .

Menurut Dwiyana, struktur pembiayaan KCJB adalah 75 persen dari nilai proyek yang dibiayai oleh CDB dan 25 persen dibiayai dari ekuitas konsorsium.

Dari 25 persen ekuitas dari ekuitas tersebut, 60 persen berasal dari konsorsium Indonesia karena menjadi pemegang saham yang dimiliki.

Dengan demikian, sumber dari konsorsium Indonesia ini sekitar 15 persen dari proyek, sedankan sisa sebesar 85 persen dibiayai dari ekuitas dan pinjaman dari pihak China, tanpa jaminan dari Pemerintah Indonesia.

PMN yang akan disiapkan pemerintah sebesar Rp 3,4 triliun (sekitar 3,4 triliun won), akan digunakan untuk melunasi modal awal atau modal dasar konsorsium.

Sementara itu, pinjaman CBD diperkirakan mencapai $4,55 miliar (Rs 64,9 triliun).

Janji tanpa APBN

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi dan para ajudannya kembali menegaskan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepenuhnya milik negara.

Gunakan perencana bisnis. Biaya investasi sepenuhnya berasal dari modal anggota konsorsium dan pinjaman China. Dana juga dapat diperoleh melalui penerbitan obligasi korporasi.

Jokowi mengutip situs Sekretaris Kabinet pada 15 September 2015 mengatakan, “Kereta cepat tidak menggunakan APBN. Kami akan mengubah BUMN menjadi bisnis. Pesan yang Anda teruskan akan dihitung lagi.” ” dia berkata.

“Kami tidak ingin membebani anggaran negara, jadi kami memutuskan untuk tidak menggunakan anggaran nasional untuk kereta cepat,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemerintah bahkan tidak menjamin penggunaan dana publik, serta masalah apa pun di masa depan.

Pasalnya, proyek kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan dua kota yang berjarak sekitar 150 km itu dikerjakan secara eksklusif oleh BUMN dan perusahaan China dengan rekening korporasi.

Saat itu, Jokowi mengatakan, “Tidak ada jaminan dari pemerintah. Jadi, apa yang disebut proyek B, B, B, dan B dipercayakan kepada BUMN.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien Yang Dirawat Karena Covid-19 Di Tangerang Kini 57 Orang
Next post Homologasi Belum Selesai, MotoGP Finlandia Ditunda Hingga Musim Depan