Harga Yang Mahal, Kendala Mobil Listrik Di Indonesia

Spread the love
Read Time:1 Minute, 24 Second

JAKARTA, -Harga masih menjadi salah satu kendala besar dalam transisi menuju era elektrifikasi kendaraan bermotor di dalam negeri, khususnya untuk moda kendaraan beroda empat.

Project General Manager Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing, Indra Chandra Setiawan menyebut, dari hasil riset yang dilakukan Toyota bersama Deloitte ditemukan, harga mobil listrik yang dipasarkan saat ini masih terlalu mahal. hack slot gacor hari ini

“Baru 13 persen dari responden tersebut yang ingin mengeluarkan dana lebih untuk membeli mobil listrik. Ini tantangan untuk industri, bagaimana kita bisa bereduksinya agar tingkat penerimaan tercapai,” kata dia belum lama ini.

CARSCOOPS.com Ilustrasi mobil listrik Toyota

Kemudian, sebanyak 61 persen responden lainnya menginginkan harga mobil listrik sama dengan konvensional yang ada di pasar.

Sementara 23 persen menjawab hanya mau menerima mobil listrik kalau lebih rendah dari rata-rata harga mobil sekarang. Untuk 3 persen sisanya merasa tidak masalah dengan harga premium untuk kendaraan itu.

Sebagai informasi, saat ini harga mobil listrik murni yang dipasarkan di Indonesia memang tidak murah. Tercatat harganya masih di atas Rp 500 juta.

Permasalahan lainnya adalah ketersediaan stasiun pengisian yang belum memadai layaknya stasiun pengisian mobil dengan bahan bakar minyak.

Carscoops.com iQ Electric Vehicle (EV) milik Toyota.

Dalam kesempatan sama, Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjelaskan pendekatan mereka di masa transformasi menuju era CASE (Conneted, Autonomous, Shared, Electrified Vehicle) bernama ‘Multi-Pathway’.

Artinya, perseroan akan menghadirkan seluruh teknologi kendaraan elektrifikasi agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan membuat setiap orang di Indonesia bisa berkontribusi mengurangi emisi karbon.

“Toyota Indonesia bertekad untuk menyediakan teknologi elektrifikasi dengan varian lengkap melalui pendekatan Multi-Pathway dari flexy-engine, FCEV, BEV, PHEV, HEV, biofuel, hingga LCGC. No one left behind!,” kata dia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Komisi VIII Desak Kemenag Usut Kasus Pemotongan Dana Bantuan Pesantren
Next post Replika Mobil Balap Formula E Mejeng Lagi Di CFD Pekan Depan