Dibanding Urus Politik, Kementerian Sektor Ekonomi Diminta Urus Harga Cabai Rawit

Spread the love
Read Time:2 Minute, 3 Second

JAKARTA – Kementerian di sektor ekonomi diminta untuk mengurusi bahan-bahan pokok yang terus naik, serta mengurusi politik.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus pada urusan ekonomi masyarakat.

“Listrik naik, bahan pokok naik, Pertalite dibatasi. Cabai rawit Rp 100 ribu. Ini bersumber dari tidak bekerja optimal di bidang perekonomian,” ujar Trubus saat dihubungi, Senin (13 /6/2022).

Trubus menilai kementerian-kementerian di sektor ekonomi tidak bekerja optimal. Sehingga, pemerintah dinilai gagal mengendalikan harga-harga, terutama bahan pokok.

“Menteri-menteri pikirannya sudah politik semua. Karena sebagian besar orang. Mikirinnya melanjutkan-lanjutkan saja,” kata Trubus.

Trubus melihat jika nantinya ada perombakan kebijakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kementerian, maka sektor ekonomi yang utama.

“Karena ekonomi yang paling dasar sekali, bidang ekonomi naik semua kedelai, dan lainnya. Paling tidak ada penyegaran. Minyak goreng sabusja tidak selesai-selesai,buh Trusai-selesai,buh Trusai- selesai,.

Bukan Musim Panen, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Kramat Jati Tembus Rp 100 Ribu Per Kg

sejumlah harga cabai, telur hingga bawang terpantau naik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Bahkan, harga cabai bisa tembus Rp 100 ribu per kilogram (kg).

Salim, pedagang sayur di Pasar Kramat Jati mengatakan harga cabai rawit merah yang biasanya paling tinggi mencapai Rp 50 ribu per kilogram kini melonjak jadi Rp 100 ribu.

“Rawit merah sekarang Rp 100 ribu per kilogram Cabai keriting yang biasanya Rp 30 ribu per kilogram sekarang kisaran Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu,” kata Salim di Jakarta Timur, Minggu (12/6/2022).

Kenaikan harga tersebut karena saat ini petani cabai sedang tidak berada di musim panen, sehingga stok sedikit dan tidak sebanding dengan permintaan pasar.

Tidak hanya cabai, dalam satu pekan terakhir harga bawang merah sekarang naik menjadi Rp 55 ribu per kilogram, sementara bawang putih berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. situs slot

“Harga tomat yang biasanya Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram sekarang juga naik Rp18 ribu hingga Rp20 ribu. Terong, pare, oyong juga naik dua kali lipat seperti cabai. Sayur mayur ” ujarnya.

Suyono, pedagang sembako di Pasar Kramat Jati menuturkan harga telur ayam yang normalnya di bawah Rp 30 ribu per kilogram juga terus melonjak hingga kini menyentuh Rp 31 ribu.

Kenaikan terjadi karena pemerintah tidak bisa mengatur pasar, sehingga muncul pihak-pihak yang untung dengan menaikkan harga tinggi.

“Tepung juga ikut naik sekarang. Naik karena dari waktu minyak goreng itu mahal pemerintah enggak bisa berbuat. Akhirnya sekarang semua harga kebutuhan pokok naik semua,.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post McDonald’s Di Rusia Kini Punya Nama Baru, Ini Artinya
Next post Sulit Hindari Varian Baru Covid-19, Pemerintah Perlu Perkuat Sistim Kesehatan