Cerita Pencari Suaka Inggris Yang Akan Dideportasi Ke Rwanda: Didorong Dan Dipukul

Spread the love
Read Time:2 Minute, 13 Second

Seorang pencari suaka yang dijadwalkan dalam penerbangan deportasi pertama Inggris ke Rwanda, mengaku dirinya dipukul, ditendang dan didorong oleh petugas keamanan saat berada dalam tahanan.

Dilaporkan Sky NewsZahir, bukan nama sebenarnya, melarikan diri dari Irak dan tiba di Inggris pada Maret lalu.

Namun ia diberitahu akan dideportasi karena adanya kebijakan migrasi baru dari pemerintah Inggris. slot gacor pragmatic

Inggris menjalin kesepakatan dengan Rwanda untuk mengirimkan para pengungsi yang tidak diinginkan ke negara tersebut.

Sebelum dideportasi, Zahir ditahan di pusat penahanan Colnbrook House dekat Bandara Heathrow sambil menunggu untuk naik ke penerbangan pertama ke Rwanda.

Penerbangan itu tiba-tiba dihentikan pada hari Selasa (14/6/2022) lalu.

Baca juga: Penjelasan Krisis Pengungsi di Inggris ke Rwanda: Kebijakan Deportasi hingga Kontroversinya

Baca juga: Pemerintah Inggris Akan Kirim Pendatang Ilegal ke Rwanda

Berbicara kepada Sky NewsZahir menceritakan bagaimana petugas keamanan, yang bekerja untuk perusahaan swasta Mitie, memasuki ruang penahanannya dan memegang tangan dan kakinya.

Zahir memberi tahu petugas bahwa dia akan menurut dan ikut dengan mereka, sehingga mereka tidak perlu menggunakan kekerasan.

Zahir mengatakan dia kemudian dimasukkan ke dalam sebuah van dan diberitahu bahwa jika dia banyak bergerak, dia akan diikat.

“Saat sampai di bandara, saya melihat teman-teman saya. Kaki mereka diikat – mereka berempat (petugas keamanan) yang mengikatnya,” katanya.

Baca juga: 30 Badak Putih Afrika Selatan Terancam Punah Diterbangkan ke Rwanda

Baca juga: Presiden Rwanda Jadi Kepala Negara Pertama di Afrika Timur yang Divaksinasi

Pria berusia 25 tahun itu menempuh perjalanan 3.500 mil melalui Turki dan Eropa setelah melarikan diri dari Irak.

Ia menaiki sebuah truk yang diorganisir oleh pedagang manusia.

Zahir kemudian tiba di Calais, Prancis dan menghabiskan sembilan hari sebelum menyeberangi Selat Inggris untuk mencapai Inggris.

Tetapi kurang dari sebulan kemudian, Zahir diberitahu oleh pejabat bahwa dia masuk rombongan pertama orang-orang yang akan dideportasi ke Rwanda.

Pesawat pertama harusnya berangkat ke Rwanda pada Selasa (14/6/2022) malam.

Tetapi penerbangan dihentikan 40 menit sebelum lepas landas setelah Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengeluarkan perintah untuk mencegah para migran itu dideportasi.

Zahir belum sempat naik ke pesawat.

Ia diberitahu tiketnya dibatalkan saat baru tiba di Boscombe Down di Amesbury, tempat pesawat itu akan berangkat.

Meskipun penerbangan deportasi tidak dilanjutkan, Menteri Dalam Negeri Priti Patel mengatakan pemerintah akan terus melakukan kebijakan itu, meski mendapat kecaman keras terutama dari aktivis HAM.

Pemerintah berpendapat bahwa skema deportasi tersebut akan mencegah migran dieksploitasi oleh pedagang manusia.

Para pedagang manusia biasanya membawa para pengungsi dalam perjalanan berbahaya melintasi Selat Inggris.

Mitie mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penahanan hanya digunakan sebagai upaya terakhir, demi memastikan keselamatan para pengungsi dan anggota stafnya.

“Fokus kami adalah memperlakukan orang-orang dengan bermartabat dan hormat, dan kami yakin bahwa petugas kami telah bertindak secara profesional,” ungkap Mitie.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Makan Konate Pamit Dari Persija: Saya Harus Terima Dan Hargai Keputusan Ini
Next post Pablo Torre Skuad Baru Barcelona Dan Timnas Spanyol U19, Pemain Muda Dengan Skil Gila, Begini Golnya