Cerita Korban Selamat Kecelakaan Bus Di Ciamis, Sopir Kasih Tahu Rem Blong, Penumpang Langsung Panik

Spread the love
Read Time:3 Minute, 33 Second

Laporan wartawan Jawa Barat Firman Suryaman

Tasikmalaya – Kecelakaan maut di Barongsari, Siamis, Sabtu siang (21 Mei 2022) menyisakan cerita di belakang Rokia, 65 tahun.

Pada akhirnya, empat orang tewas dan 24 penumpang terluka dalam kecelakaan itu. slot gacor

Korban adalah Rokia, 65 tahun, asal Banten, Tangerang, Kota dr Tasikmalaya. Ia dirawat di RSUD Sukarjo.

“Ya Tuhan, itu menakutkan,'” kata Ruqayya ketika kami bertemu di ruang gawat darurat tadi malam.

Ruqayya dapat berbicara dengan lancar karena dia hanya mengalami luka ringan, dan kursi depan disemprot dengan bahan bangunan dari sebuah rumah yang ditabrak bus.

Rukia mengatakan, kondisi jalan dari Bangalo, Ciamis hingga Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya semakin buruk dan bus sering berhenti.

“Ketika kami tiba di tempat kejadian, sebuah bus tiba-tiba mengikuti mereka sambil berteriak,” kata Lokia.

Penumpang langsung panik. Jeritan penumpang wanita diwarnai dengan teriakan Allahu Akbar yang menggema di dalam bus.

“Saya mendengar remnya rusak. Setelah beberapa saat saya terjebak di kursi depan. Kemudian sebuah plosif kecil jatuh dari dinding dan yang lainnya mengenai wajah saya,” kata Ruqayya.

Lokia melihat situasi dan menyadari bahwa bus menabrak rumah dan terjebak di sana. Penumpang langsung masuk.

Menurut Rokia, jumlah jemaah haji Tangerang sekitar 100 orang dengan dua bus.

“Awalnya kami haji dari Cirebon. Kami berangkat dari Tangerang pada Jumat malam (20/5). Kami langsung dari Cirebon menuju bungalow pada Sabtu sore,” kata Rukia.

Setelah meninggalkan bungalo, rombongan memutuskan untuk pergi ke Bamijahan, Bupati Tasikamalaya, di mana makam Sesh Abdul Muhyi berada.

Jalan menuju Pamijahan melalui jalur Panjalu-Panumbangan, Ciamis, merupakan jalan lokal dengan turunan yang cukup panjang.

Bencana tidak bisa dihindari. Di Barungsari, Kabupaten Banumbang, empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat rem bus tidak berfungsi.

pengakuan penumpang

DK 7307 WA mengalami kecelakaan akibat rem blong di Desa Payungsari, Dusun Paripurna, dan Tanjakan Pari di Kecamatan Pannumbangan Ciamis pada tanggal 5 (waktu setempat) Dari belasan wisatawan religi yang terluka dalam kecelakaan bus wisata (5/5) ) 21/2022) pukul 18.00, tiga di antaranya dirawat di UGD RS Ciamis.

Masing-masing dari mereka adalah Muhammad Shahda, 64 tahun, istrinya Soleihat, 47 tahun, dan putri mereka Hasna yang berusia 4 tahun.

Nyonya Salihart dan anaknya hanya mengalami luka ringan.

Mereka berasal dari Desa Grobogan di kawasan Sukamolia, Balraga, Tangerang, Banten.

Sementara itu, Muhammad Sahada mengalami cedera kepala dan harus menjalani beberapa jahitan.

Ketiganya dipindahkan dari Puskesmas Fayungsari Pannumbang ke RS Siam.

“Dulu, saya meninggalkan Payeong-sari sekitar pukul 19.00, tetapi saya tiba setelah pukul 21.00.

“Kemacetan lalu lintas sangat parah dan banyak kendaraan yang menunggu untuk dievakuasi dari bus yang terlibat dalam kecelakaan itu,” kata Ako, pengemudi ambulans yang mengangkut tiga korban dari Puskesmas Vayongsari ke Rumah Sakit Siam.

Sedangkan menurut versi Bu Salihat, rombongan wisata religi tersebut berangkat dari Balaaraja Tangerang sekitar pukul 23.00 WIB menjelang tengah malam pada Jumat (20 Mei 2022).

Mereka naik dua bus dan masing-masing bus penuh.

Itinerary dua hari dari Tangerang ke Cirebon, kemudian melalui Situ Lengkong Panjalu ke Pamijahan di Tasikmalaya.

“Rencana terakhir mau ke Kian Santang. Tadi malam dia berangkat tengah malam. Tujuan pertama ke Cirebon lalu langsung ke Situ Lengkong Panjalu.

Sebelumnya, dia baru saja berangkat dari Bangalore ke Bamijahan.

Menurut Solihat, sesaat setelah meninggalkan bungalo setelah turun di Jalan Tangakan Bari, jalur bus tampak sangat cepat sulit dilalui.

“Penumpang panik begitu sopir mendengar bahwa rem bus rusak. Suami dan anak-anak saya duduk tepat di depan saya. Ya, jelas bingung. Banyak orang membaca dan memperbesar. Jalannya menurun. Saya bangun saat matahari terbenam.”

Menurut Salihart, bus itu penuh penumpang.

“Penumpangnya penuh dan ada 60 orang termasuk anak-anak” kata Ny. kata Soleihat.

Bus yang tak terkendali itu dikabarkan baru berhenti setelah menabrak rumah warga.

“Sepertinya tidak ada penumpang yang tergusur. Suami dan anak saya masih di dalam mobil. Kemudian warga membantu.”

Saat bus lepas kendali karena diduga rem blong, diperoleh informasi bahwa bus tersebut bertabrakan dengan tiga kendaraan: mobil di garasi, mobil pikap, dan mobil jeep di jalan.

Ada tiga sepeda motor di jalan yang menewaskan dua pengendara sepeda motor.

Mobil juga menabrak sebuah toko dan akhirnya berhenti setelah menabrak rumah Mashuri di Siam, Banumbangan, Desa Bayongsari, Dusun Baripurna. (Kata Suryaman / Seely Andina Meranti)

Artikel ini telah diposting di TribunJabar.id dengan tajuk ‘Allahu Akbar! Saat-saat Mengerikan, Penumpang Berteriak dari Kecelakaan Fatal Bus Siam Long Break! ‘ ‘,

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Live Streaming Basket SEA Games 2022, Skuat Merah Putih Berburu Emas Di Laga Pamungkas
Next post Wanita 43 Tahun Cabuli Remaja Laki-laki Berkali-kali, Sering Kirim Foto Vulgar, Korban Kini Depresi