BREAKING NEWS: Mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris Meninggal Dunia

Spread the love
Read Time:2 Minute, 32 Second

Hari ini (22/5/2022), mantan Menteri Sumber Daya Manusia (Minaaker) Dewan Menteri Terpadu Indonesia meninggal dunia.

Kabar duka datang dari Dave Laksono, Ketua DPP Golkar.

“Itu benar (Mat).” kata Dave saat mendapat telepon. slot gacor bulan ini

Dev kemudian memposting kutipan informasi dari unggahan putri sulung Fahmy, Fahaira Idris.

Berdasarkan konten yang diunggah, Fahmy meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB di ruang rawat intensif RS Medistra Jakarta Selatan.

“Tuhan, dan kami memiliki harapan di dalam dia. Dia meninggal atas belas kasihan Tuhan, Ayahku, dan Profesor. Dokter. Hassan Fahmy Idris bin Idris marah pada Bajindu.

“Meninggal di ruang Intensive Care Unit RS Medistra pada pukul 10.00 WIB. Akan dimakamkan di Rumah Duka Mampang Prapatan IV No 20, Jakarta Selatan. Rencananya akan dimakamkan di Tanah Qasir pada pukul 13.00 WIB. “

“Maafkan saya jika ayah saya Fahmy Idris membuat kesalahan dan kesalahan dalam hidup. Wassalamualaikum wr. wb.” Ini adalah artikel dari unduhan yang dibagikan oleh Dave.

Tentang Fami Idris

Mengutip pustakawan Birbusnas, Fahmi Idris lahir pada 20 September 1943 di Jakarta.

Pengusaha dan politikus Indonesia.

Dalam karir politiknya, ia diangkat menjadi Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu pada 7 Desember 2005 oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Ia ditunjuk menggantikan Ehrman Subarno yang dimodifikasi.

Mengenai sejarah pendidikannya, ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Namun, ketika dia memulai bisnisnya, dia tidak menyelesaikannya.

Namun, Fahmy memutuskan untuk kembali kuliah pada tahun 1973 dengan mendaftar di Universitas Ekonomi Ekspansi Universitas Indonesia dan mempelajari manajemen keuangan untuk manajer non-keuangan.

Setelah itu, Fahmy dan rekan-rekan dari Angkatan 66 mendirikan PT Kwarta Daya Pratama.

Perusahaan ini berkembang, di antaranya adalah PT Codel (Group of Eight) yang bergerak di bidang perdagangan.

Kemudian, pada tahun 1984, Fahmy bergabung dengan Partai Golkar dan memulai karir politiknya.

Ia kemudian menjadi Ketua DPP Golkar Jakarta dari 1998-2004.

Dalam Kabinet yang dipimpin oleh BJ, Presiden ke-3 Republik Indonesia. Habibie, Fahmy menjabat sebagai Menteri Sumber Daya Manusia dari tahun 1998 hingga 1999.

Saat menjabat Menteri Sumber Daya Manusia Kabinet Indonesia Bersatu, ia membentuk tim khusus untuk menangani pemulangan ilegal sekitar 700.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia.

Selain itu, mereka membahas masalah uang cuti (THR), pemberhentian (PHK), dan perekrutan TKI di luar negeri.

Berikut rincian riwayat pekerjaan dan jabatan Fehri saat menjabat Menteri.

Biografi Sutradara Basti (1967-1968)

Direktur PT Li Mau-jung (1968-1969)

President PT Kwarta Daya Pratama (sejak 1969)

Direktur PT Krama Yudha (1973-1976)

Direktur PT Krama Yudha (sejak 1976)

Vice President, PT Parama Bina Tani (sejak 1980)

Direktur PT Dharma Moda Pratama (sejak 1981)

Wakil Presiden, PT Wahana Muda Indonesia (sejak 1983)

Presiden Direktur, PT Delta Santana (sejak 1984)

Ketua PT Kodel (sejak 1979)

Pertemuan Tingkat Menteri ke-7 Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Imigrasi Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2005)

Menteri Perindustrian, Kementerian Unifikasi Indonesia (2005-2009)

Posisi Kabinet Menteri Perindustrian pada Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia Bersatu. Masa bakti 7 Desember 2005 ~ 22 Oktober 2009

Menteri Sumber Daya Manusia dan Imigrasi Kabinet Indonesia Bersatu Masa Jabatan 21 Oktober 2004 ~ 7 Desember 2005

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Penyebab Tekanan Darah Tinggi Dan Tips Sehat Untuk Mengurangi Risiko Hipertensi
Next post Mentan SYL Klaim Angka Kesembuhan Ternak Akibat PMK Maksimal, Tidak Ada Kabar Kematian Lagi