Bamsoet Pertanyakan Endapan Dana Pemda Triliunan Tapi Stunting Dan Anak Putus Sekolah Masih Banyak

Spread the love
Read Time:2 Minute, 35 Second

JAKARTA – Presiden MPR RI Bambang Soesatyo mempertanyakan dana dan deposito pemerintah daerah (Pemda) sebesar Rp 20,75 triliun.

Pertanyaan ini diajukan karena, menurut seseorang yang akrab disapa Bamswet, pembangunan nasional yang berkelanjutan terus memberikan fakta-fakta tentang permasalahan mulai dari kemiskinan hingga kemiskinan ekstrim, dan masalah puluhan ribu anak di bawah usia lima tahun yang tidak dapat tumbuh karena malnutrisi kronis, layak dilakukan. (bodoh), puluhan ribu anak putus sekolah, dan puluhan ribu desa kekurangan infrastruktur dasar. slot deposit via dana

Ada sumber daya yang cukup tersedia di semua area. Setiap tahun ada update data tentang kemiskinan, stunting dan anak putus sekolah, termasuk informasi tentang kurangnya infrastruktur dasar di banyak desa.

”Pertanyaannya, apakah aparat pemda prihatin dengan serangkaian fakta yang ada?” tanya Pamsut.

Masih dari catatan MPR RI, publik masih ingat dengan jelas ketika, pada pekan pertama Desember 2021, Presiden Joko Widodo mengangkut buah jeruk dari Merdeka yang dibawa enam perwakilan Liang Melas Datas dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Istana. Mereka menempuh perjalanan jauh selama beberapa hari hanya untuk menyampaikan aspirasi warga di Liang Milas Datas.

Pembangunan nasional yang berkelanjutan telah mengalami kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Namun, harus diakui juga bahwa proses pembangunan tidak berdampak pada semua warga negara. Karena fakta tentang kemiskinan ekstrim dari kemiskinan masih ada. Ada juga masalah puluhan ribu anak kecil yang stunting akibat kekurangan gizi kronis (stunning).

Jangan lupa bahwa puluhan ribu anak putus sekolah karena berbagai alasan. Selain itu, di puluhan ribu desa, infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, dan penerangan belum lengkap. Keterbatasan infrastruktur menghambat kemajuan dan kegiatan lain yang harus dilakukan warga desa.

Terkait kemiskinan, data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pada tahun 2021 angka kemiskinan ekstrem akan mencapai 4% atau 10,86 juta orang. Di sisi lain, angka kemiskinan adalah 26,5 juta atau 9,71%. Salah satu penyebab kemiskinan adalah kurangnya infrastruktur dasar, yang membuat penduduk sulit untuk melakukan berbagai kegiatan produktif.

Fakta lain yang patut menjadi perhatian semua pemerintah daerah adalah stunting atau pengerdilan anak di bawah 5 tahun (balita di bawah 5 tahun) karena kekurangan gizi kronis. Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), angka stunting 5,33 juta dari 23 juta balita di Indonesia pada tahun 2021 atau 24,4% masih tinggi. Ini masih lebih tinggi dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). , yaitu 20 persen.

Namun, dalam konteks pembangunan manusia, semua pemerintah daerah juga harus mendengarkan laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dampak COVID-19 pada sektor pendidikan sangat besar. Salah satu implikasinya adalah jumlah anak putus sekolah semakin meningkat.

Banyak siswa yang berhenti sekolah karena membantu perekonomian keluarga di masa pandemi. Dilaporkan 75.303 anak akan putus sekolah pada tahun 2021. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah 38.716 orang putus sekolah setingkat Sekolah Dasar (SD).

Sumber daya yang tersedia di daerah Anda cukup untuk menangani ini. Bukankah banyak pemda punya simpanan di bank? Menurut Kementerian Keuangan, hingga akhir Mei 2022, dana pemda di perbankan mencapai Rp 20,75 triliun. Jumlah ini merupakan peningkatan yang signifikan karena meningkat sebesar Rs 9,18 triliun ($ 4,79) dibandingkan dengan Rs 19,57 triliun pada April 2022.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Pengemis Lempar Sandal Ke Pengendara Mobil Karena Marah Tak Diberi Uang, Begini Nasibnya
Next post Pria Tua Tertangkap Kamera CCTV Curi 3 Alquran Di Musala Lubang Buaya