B20 WiBAC Gelar Side Event I G20: Fokus Tangani Kesenjangan Pada UMKM Perempuan

Spread the love
Read Time:2 Minute, 47 Second

Laporan Wartawan , Choirul Arifin

JAKARTA – B20 Indonesia Women in Business Action Council (B20 WiBAC), salah satu gugus tugas Presidensi B20 Indonesia, menggelar forumAccelerating Inclusion of Women MSMEs in The Global Economy, Jumat (17/06/2022).

Side event ini merupakan agenda pertama dari B20 WiBAC untuk mengkomunikasikan rekomendasi kebijakan dan aksi yang disusun B20 WiBAC untuk memajukan pertumbuhan ekonomi global yang inklusif, tangguh, dan juga berkelanjutan melalui pemberdayaan perempuan. slot deposit tanpa potongan pulsa

Kegiatan ini diikuti peserta dari seluruh negara-negara yang tergabung pada Presidensi G20 via offline dan virtual, termasuk pejabat tinggi pemerintah, pemimpin bisnis, CSO, filantropis, platform perempuan, serta pemangku kepentingan terkait.

Data B20 WiBAC menyebutkan, kesetaraan partisipasi gender dalam perekonomian global dapat meningkatkan USD 28 triliun dalam pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global di tahun 2025 mendatang.

Di Indonesia, pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berkontribusi 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan kesempatan kerja, sebanyak 64 persen dari total pengusaha UMKM adalah perempuan.

Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani menambahkan, melalui gugus tugas WIBAC, Forum Presidensi B20 memainkan peranan penting dalam upaya bersama memperbaiki ekonomi global di masa yang akan datang melalui rekomendasi kebijakan dalam menjawab isu-isu perempuan, agar komunitas bisnis mengambil langkah strategis agar lebih banyak perempuan memiliki akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik.

Ira menyatakan, B20 WiBAC merekomendasikan serangkaian kebijakan dan aksi dalam tiga tema utama guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif, yakni pemberdayaan pengusaha perempuan, dengan cara mengembangkan ekosistem yang dapat memberikan akses pada bantuan finansial, regulasi, hingga akses pada bantuan teknis bagi pelaku usaha.

Sebagai tindak lanjut, jaringan bisnis perempuan dalam skala global harus terus dikembangkan, dan mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dengan mempercepat akses perempuan pada lingkup digital/STEM, serta meningkatkan kemampuan yang diperlukan untuk dapat mengambil posisi-posisi pimpinan, diperkuat dengan laporan berbasis gender.

Selain itu, juga mendorong lingkungan kerja yang adil dan aman bagi semua, hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan keamanan kerja bagi pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, termasuk di masyarakat pedesaan, serta membangun kebijakan sistematis untuk menghindari kekerasan berbasis gender dan membantu korban kekerasan.

Kegiatan side event dihadiri berbagai ahli, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan terkait yang berdiskusi mengenai peluang, tantangan, serta solusi untuk menjembatani kesenjangan bagi pengusaha UMKM perempuan.

Sesi pertama membahas upaya mempercepat UMKM perempuan. Sesi ini menghadirkan keynote speaker Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga dengan panelia Zeynep Bodur Okyay, President & CEO Kale Group; Hernie Raharja, Customer Development Director & Chair Equity, Diversity, and Inclusion Board, Unilever Indonesia; Astri Wahyuni, SVP Public Policy and Government Relations, Tokopedia dan Diah Yusuf, Chair of Womenpreneurs Indonesia Network.

Sesi kedua membahas topik diskusi Enabling Finance / Investment, Digital, and Technology for Women MSMEs dengan keynote zpeech oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan panelis Komang Budi Aryasa, Deputy Executive Vice President Digital Business Builder,PT Telkom (Persero) Tbk bersama Naina Batra, Chairperson and CEO of Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) dan
Diane Wang, CEO & Founder DHGate, serta Neneng Goenadi, Country Managing Director of Grab Indonesia.

Di side event ini juga diadakan dua penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara berbagai perusahaan yang memiliki komitmen memajukan pengusaha UMKM perempuan di Indonesia seperti Tokopedia dan Unilever, Grab Indonesia, Bukalapak dan Emtek.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Satu Parpol Bakal Merapat Pekan Depan, NasDem Jajaki Komunikasi Untuk Usung Capres Pilihannya
Next post Kapal Perang Rusia 2 Kali Melanggar Perairan Teritorial Denmark Di Laut Baltik