Asosiasi E-Commerce Keluhkan Bea Meterai Rp 10 Ribu: Menghambat Digitalisasi

Spread the love
Read Time:52 Second

Laporan Wartawan, Yanuar Riezqi Yovanda

JAKARTA – Asosiasi E-Commerce Indonesia atau E-Commerce Association (idEA) menyatakan, sudah mengikuti wacana terkait meterai elektronik di Undang-undang Bea Meterai sejak diundangkan pada 2020.

Ketua Umum ideA Bima Laga mengatakan, sejak saat itu, asosiasi telah menyampaikan sejumlah masukan agar regulasi ini selaras dengan pertumbuhan ekonomi digital, termasuk rencana pengenaan bea meterai Rp tuk di ribu-siun. slot deposit via pulsa tanpa potongan

“Kami juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk memberikan pengecualian khusus agar T&C(syarat dan ketentuan) tidak menjadi objek e-meterai karena dumpaknya yang cukup masif dalam menghambat2,02).

Apabila di kemudian hari secara perdata diperlukan e-meterai, maka pihaknya merekomendasikan dilakukan terutang di kemudian hari agar proses digitalisasi tidak terhambat.

Bima mengungkapkan, penerapan perjanjian baku juga belum diimplementasikan secara utuh di sisi offline.

Sebab, masih ditemukan banyaknya perjanjian baku seperti syarat dan ketentuan masuk mal, pasar, dan gedung yang mudah terlihat sehari-hari, tapi tidak dikenakan objek bea meterai.

“Memang sangat sulit pada praktiknya. Sama halnya appabila dipaksakan diterapkan di online,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Korea Utara Selesaikan Persiapan Uji Coba Nuklir Baru, Korea Selatan: Mereka Akan Bayar ‘Harga’
Next post Bagaimana Tingkat Keparahan Omicron BA.4 Dan BA.5? Ini Ciri-ciri Gejala Omicron BA.4 Dan BA.5