Ajudan Putin Sebut Barat Ingin Memperbudak Ukraina Secara Finansial

Spread the love
Read Time:1 Minute, 32 Second

Ajudan atau pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladimir Medinsky, menyebut Barat ingin memperbudak Ukraina.

Medinsky, pada Minggu (22/5/2022) mengatakan Barat sedang berusaha mengikat Ukraina dengan kewajiban keuangan dan politik, sehingga generasi masa depan Ukraina harus membayarnya. info slot gacor hari ini

“(Barat sedang berusaha untuk) memperbudak Ukraina, untuk mengikatnya dengan kewajiban keuangan dan politik, yang sayangnya, akan mengubah Ukraina menjadi koloni,” katanya dalam wawancara dengan saluran televisi ONT Belarus.

Ia sempat menyinggung negara Afrika yang menerima bantuan AS dan Inggris.

“Saya tidak bermaksud menyakiti salah satu negara Afrika tetapi nasib seperti itu selalu menyedihkan – nasib mereka yang mengambil bantuan seperti itu dari Inggris dan Amerika,” kata Medinsky, dikutip dari TASS.

“Mereka harus berpikir dua kali tentang itu,” tambahnya memperingatkan.

Menurut dia, pihak berwenang Ukraina mengerti itu dengan sangat baik.

“Mereka bukan orang bodoh, mereka memahaminya dengan baik. Mereka hanya berharap bukan mereka, tetapi generasi mendatang yang harus membayar harganya,” katanya.

Medinsky menilai, bantuan Barat ke Ukraina merupakan usaha untuk menyakiti lawannya yakni Rusia.

“Mereka bukan yang pertama memikirkannya,” ujar Medinsky.

“Tidak ada yang berhasil,” pungkasnya.

Rusia Siap Negosiasi

Ajudan Putin, Vladimir Medinsky, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Rusia siap melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina.

Menurutnya, Moskow tidak pernah menolak pembicaraan damai termasuk di tingkat atas.

Ia mengatakan, Presiden Putin sudah berulang kali menegaskan hal tersebut.

“Masalahnya adalah persiapan serius diperlukan untuk pertemuan tingkat atas, pertemuan antara presiden,” kata Medinsky, menambahkan bahwa dokumen harus dirancang untuk pertemuan semacam itu.

Menurut Medinsky, sebulan yang lalu pihak Rusia merujuk kepada pihak Ukraina sebuah rancangan perjanjian dan sejumlah posisi utamanya telah disepakati.

Namun menurutnya, Kyiv tidak memiliki niat untuk melanjutkan dialog tersebut.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perang hanya bisa diselesaikan melalui diplomasi.

Masalah utama yang menghambat pembicaraan adalah apakah Rusia harus mempertahankan wilayah yang telah direbutnya dalam perang, atau menarik kembali ke perbatasannya yang diakui secara internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Akui Sering Main Film Komedi, Asri Welas Ingin Dapat Peran Sebagai Pembunuh Berdarah Dingin
Next post Bantah Akibat Keributan, Polisi Dalami Motif Anggota Brimob Letuskan 8 Tembakan Di Pasar Minggu