8 Ciri-ciri Air Tercemar Secara Fisik

Spread the love
Read Time:1 Minute, 59 Second

Pencemaran air adalah pelepasan zat ke air tanah di bawah permukaan atau ke danau, sungai, muara, dan laut yang mengganggu pemanfaatan air atau fungsi alami ekosistem.

Selain pelepasan zat, seperti bahan kimia, sampah, atau mikroorganisme, pencemaran air juga mencakup pelepasan energi dalam bentuk radioaktivitas atau panas ke badan air. judi slot online pragmatic play

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, badan air dapat tercemar oleh berbagai macam zat, termasuk mikroorganisme patogen dari sampah organik yang membusuk, pupuk dan nutrisi tanaman, bahan kimia beracun, sedimen, panas, minyak bumi, dan zat radioaktif.

Pencemaran air bisa berasal dari satu sumber titik atau sumber yang tersebar.

Sumber titik adalah pipa atau saluran, seperti yang digunakan untuk pembuangan dari fasilitas industri atau sistem pembuangan limbah kota

Sedang, sumber tersebar (atau nonpoint) adalah daerah terbatas yang sangat luas yang menampung berbagai polutan, seperti limpasan dari daerah pertanian.

Ciri-ciri air tercemar

Pencemaran air dapat dilihat dari ciri-cirinya, baik secara fisik, biologi, maupun kimia.

Dilansir dari Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Semarang, ciri-ciri air tercemar jika dilihat secara fisik antara lain adalah:

Bahan pelarut dan endapan dapat menyebabkan bau tak sedap pada air, tingkat keasaman yang tinggi, dan air memiliki rasa serta berwarna.

Air yang murni dan tidak tercemar polutan tidak akan menimbulkan bau.

Sedangkan, air yang sudah tercemar oleh zat polutan, air tersebut akan memiliki bau tidak sedap yang menyengat.

Umumnya, tingkat keasaman air adalah 7. Jika melebihi atau kurang dari 7, air tersebut dapat dikategorikan sebagai air tercemar.

Limbah atau sampah yang ada di dalam air akan diurai oleh mikroorganisme.

Untuk mengurai limbah, mikroorganisme membutuhkan pasokan oksigen.

Semakin banyak limbah yang diurai, maka jumlah mikroorganisme dan pasokan oksigen yang dibutuhkan pun semakin banyak.

Dengan demikian, kandungan oksigen di dalam air akan berkurang sehingga hewan dan tumbuhan air akan kekurangan oksigen.

Air yang murni dan tidak tercemar polutan tidak memiliki rasa. Jika memiliki rasa, misalnya asam, manis, atau pahit, dapat dipastikan bahwa air tersebut sudah tercemar.

Jika jumlah zat radioaktif berlimpah, radioaktivitas air pun meningkat sehingga kemungkinan besar air tersebut sudah tercemar.

Dalam kondisi normal, suhu air lebih rendah dibandingkan dengan suhu lingkungan.

Oleh sebab itu, air terasa dingin atau sejuk saat disentuh. Sementara itu, jika dalam kondisi normal suhu air terus berubah, mungkin air tersebut sudah tercemar polutan.

Air yang bersih dan tidak tercemar polutan tidak memiliki warna dan tampak jernih.

Jika air sudah tercemar, air akan mudah berubah warna dan terlihat keruh.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Duka Dudung, 13 Sapi Perahnya Kena PMK, 1 Ekor Mati Dan 2 Ekor Dipotong Paksa
Next post Komisi VIII DPR Minta Menag Akhiri Praktik Pemotongan Dana Bantuan Pesantren