13 Kanker Yang Disebabkan Obesitas

Spread the love
Read Time:2 Minute, 22 Second

Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab kanker yang harus Anda perhatikan.

Perlu diketahui bahwa obesitas merupakan akumulasi lemak yang berlebihan karena jumlah sumber energi yang dikonsumsi per hari lebih besar daripada energi yang dikeluarkan setiap hari dalam waktu yang lama. slot gacor malam ini 2022

Obesitas diukur dengan kadar indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang di atas normal.

BMI diukur dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter).

Menurut Kementerian Kesehatan, seseorang tergolong obesitas jika IMT-nya antara 25,1 hingga 27, dan juga obesitas parah jika IMT-nya 27 ke atas.

Selain itu, pria mengalami obesitas jika lingkar pinggangnya lebih dari 90 cm. Wanita tergolong obesitas jika lingkar pinggangnya di atas 80 cm.

Berikut beberapa kanker yang disebabkan oleh obesitas dan alasan mengapa obesitas bisa menjadi faktor penyebab kanker yang perlu Anda ketahui.

Kanker akibat kegemukan

Mengutip dari World Health Organization’s 2022 European Regional Obesity Report, obesitas diperkirakan menjadi penyebab utama kanker di banyak negara dalam beberapa dekade mendatang.

Sebelumnya, agen penyebab utama kanker ini berasal dari kebiasaan merokok dan seringnya terpapar asap rokok.

Prediksi WHO didasarkan pada studi jangka panjang yang dilakukan oleh American Institute for Cancer Research, IARC, dan World Cancer Research sejak tahun 1990-an.

Berdasarkan berbagai penelitian tersebut, ada 13 jenis kanker yang terbukti kuat disebabkan oleh obesitas, di antaranya:

Selain obesitas, faktor penyebab kanker lainnya bisa berasal dari masalah hormonal, mutasi genetik, infeksi jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan merokok, dan paparan asap rokok.

Mengapa obesitas bisa menjadi faktor risiko kanker?

Menurut National Cancer Research, ada beberapa alasan mengapa obesitas merupakan faktor risiko kanker:

Penumpukan jaringan adiposa dapat meningkatkan produksi estrogen. Ketika kadar estrogen tinggi, wanita berisiko terkena kanker payudara, rahim, ovarium, dan jenis kanker lainnya.

Obesitas dapat menyebabkan kadar insulin yang lebih tinggi. Kadar insulin yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, ginjal, prostat, dan rahim.

Obesitas dapat menyebabkan peradangan kronis, seperti batu empedu atau penyakit hati berlemak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan stres oksidatif, kerusakan DNA, dan menyebabkan kolangiokarsinoma dan kanker lainnya.

Sel lemak menghasilkan hormon adipokine yang dapat merangsang atau menghambat pertumbuhan sel. Dengan adanya penimbunan lemak di dalam tubuh, pertumbuhan sel bisa menjadi tidak normal dan berujung pada berbagai jenis kanker.

Obesitas juga dapat mempengaruhi metabolisme sel. Kondisi ini dapat menyebabkan kanker karena kekebalan tumor terganggu dan jaringan perancah di sekitar tumor tumbuh tak terkendali.

Efek biologis dari obesitas juga dapat mengganggu proses skrining kanker. Kondisi ini disebabkan oleh jaringan lemak yang menutupi kanker atau tumor ganas yang tumbuh di dalam tubuh.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dan memiliki faktor risiko di atas akan terkena kanker.

Namun, mereka lebih mungkin mengembangkan kanker daripada orang dengan berat badan ideal dan tidak memiliki faktor risiko kanker yang disebutkan di atas.

Untuk itu, hindari masalah kesehatan tersebut dengan menjaga berat badan ideal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post Mahasiswanya Ditangkap Densus 88, Pihak UB: Tak Boleh Ada Kegiatan Tanpa Sepengetahuan Pimpinan Universitas
Next post Sejarah Wabah Cacar Monyet Pertama Kali Ditemukan Pada Tahun 1958